KKN UNS Dorong Kemandirian Warga Pamotan Kelola Sampah Rumah Tangga Lewat Pupuk Organik dan Press Botol Plastik

Foto bersama Mahasiswa KKN Kelompok 221 UNS bersama dengan Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta kelompok remaja di Dusun Pamotan, Desa Susukan, Kab. Semarang dalam Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Organik dan Anorganik, Rabu (22/07/2026). (Dok. Pribadi/Kelompok KKN 221 UNS)
Foto bersama Mahasiswa KKN Kelompok 221 UNS bersama dengan Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta kelompok remaja di Dusun Pamotan, Desa Susukan, Kab. Semarang dalam Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Organik dan Anorganik, Rabu (22/07/2026). (Dok. Pribadi/Kelompok KKN 221 UNS)

Susukan, Krajan.id – Persoalan sampah rumah tangga tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Di Dusun Pamotan, Desa Susukan, Kabupaten Semarang, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan pendekatan yang mendorong warga mengelola limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Melalui program pemberdayaan masyarakat, KKN Kelompok 221 UNS memberikan pelatihan pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sekaligus memperkenalkan penggunaan alat press botol plastik untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertata. Kegiatan berlangsung pada Selasa (28/7/2026) dengan melibatkan perangkat dusun, Ketua RW, Ketua RT, pengurus PKK, hingga kelompok remaja.

Bacaan Lainnya

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru dalam mengelola limbah rumah tangga. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera melalui peningkatan kebersihan lingkungan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan memilah limbah organik berupa sisa sayuran dan kulit buah untuk difermentasi menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan kembali pada lahan pertanian. Di sisi lain, mahasiswa juga mengenalkan alat press botol plastik yang berfungsi memadatkan sampah anorganik sehingga lebih mudah disimpan maupun didistribusikan untuk proses daur ulang.

Antusiasme warga dalam mengikuti Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Alat Press Botol untuk Mendukung Pengelolaan Ramah Lingkungan bersama Mahasiswa KKN Kelompok 221 UNS di Dusun Pamotan, Selasa (28/07/2026). (Dok. Pribadi/Kelompok KKN 221 UNS)
Antusiasme warga dalam mengikuti Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Alat Press Botol untuk Mendukung Pengelolaan Ramah Lingkungan bersama Mahasiswa KKN Kelompok 221 UNS di Dusun Pamotan, Selasa (28/07/2026). (Dok. Pribadi/Kelompok KKN 221 UNS)

Penanggung jawab program, Muhammad Zayyan Razani, mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah UNS, mengatakan pemilihan tema tersebut didasarkan pada karakteristik masyarakat Dusun Pamotan yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Menurutnya, potensi limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk berbahan kimia.

“Saya memilih pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk karena melihat potensi desa yang kebanyakan adalah mayoritas petani. Saya ingin memberikan arahan sebagai salah satu rekomendasi para petani untuk mempersingkat biaya dan bisa mengolah pupuk itu sendiri,” jelas Raza.

Ia menambahkan, pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah organik rumah tangga yang dipadukan dengan inovasi alat press botol plastik diharapkan mampu mendorong lahirnya desa yang lebih inovatif sekaligus ramah lingkungan.

“Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah organik rumah tangga dan inovasi alat press botol plastik bertujuan untuk mewujudkan desa yang berinovasi dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Mahasiswa KKN Kelompok 221 UNS sedang mendemonstrasikan dan menjelaskan langkah-langkah pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah sayuran rumah tangga di Dusun Pamotan, Selasa (28/07/2026). (Dok. Pribadi/Kelompok KKN 221 UNS)
Mahasiswa KKN Kelompok 221 UNS sedang mendemonstrasikan dan menjelaskan langkah-langkah pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah sayuran rumah tangga di Dusun Pamotan, Selasa (28/07/2026). (Dok. Pribadi/Kelompok KKN 221 UNS)

Program tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Dusun Pamotan, Zainal Arifaini. Ia menilai materi yang diberikan mahasiswa KKN menjadi alternatif yang relevan bagi masyarakat, terutama karena sebagian besar petani di wilayahnya masih mengandalkan pupuk kimia sintetis.

“Selama ini petani kami, warga kami itu pemupukannya pakai yang kimia. Ini sangat membantu sekali untuk menjadikan motivasi warga masyarakat membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga,” ujarnya.

Menurut Zainal, pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah dusun berkomitmen menindaklanjuti hasil pelatihan melalui sosialisasi kepada masyarakat agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara luas.

“Untuk tindak lanjut kami akan sampaikan, nanti dibantu sama Pak RW, Pak RT, untuk mensosialisasikan agar warganya masing-masing bisa memanfaatkan limbah sampah rumah tangga,” tegasnya.

Komitmen serupa juga disampaikan Munasiroh, pengurus PKK Dusun Pamotan. Ia mengaku selama ini limbah sisa sayuran, seperti kubis dan wortel, umumnya hanya dibuang begitu saja tanpa melalui proses pengolahan. Setelah mengikuti pelatihan, ia melihat limbah organik ternyata masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan benar.

Meski sempat mengalami kesulitan saat praktik menentukan takaran bahan dalam satuan mililiter, Munasiroh menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih sekali karena ini sangat membantu. Kami akan ikut menyebarluaskan atau mengajari sesuai yang kita dapat dari mahasiswa KKN kepada warga kami di forum FKKP maupun di PKK Dawis (Dasawisma),” pungkasnya.

Pelatihan yang digelar KKN UNS tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat. Dengan memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk organik cair dan mengoptimalkan pengelolaan sampah plastik melalui alat press, warga didorong untuk membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan sektor pertanian di tingkat lokal.

Melalui pendekatan berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya sistem pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan di Dusun Pamotan. Selain mengurangi timbunan sampah, inisiatif tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi produk yang berguna bagi lingkungan maupun aktivitas pertanian sehari-hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *