Bondowoso, Krajan.id – Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan desa yang berkelanjutan. Semangat tersebut ditunjukkan melalui audiensi antara PPK Ormawa BEM Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Bondowoso pada Minggu (20/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Tanahwulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso.
Dalam audiensi itu, tim mahasiswa memaparkan rancangan program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan empat sektor utama, yakni ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Program tersebut dirancang sebagai upaya mendorong kemandirian masyarakat melalui pendekatan yang saling terhubung dan berorientasi pada keberlanjutan.
Pendekatan yang diusung tidak hanya menitikberatkan pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga membangun pola kolaborasi antarpemangku kepentingan agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat desa.
Kepala BAPPERIDA Kabupaten Bondowoso, Dr. Anisatul Hamidah, S.Ag., S.H., M.Si., M.Kn., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang dibawa mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif yang dibawa oleh adik-adik mahasiswa BEM Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Program ini memiliki arah yang selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, program yang diinisiasi mahasiswa tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan desa melalui inovasi dan kolaborasi.
Sebagai bentuk dukungan, BAPPERIDA menyatakan kesiapan mengoordinasikan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan program. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi kegiatan di lapangan sekaligus memastikan setiap sektor memberikan dukungan sesuai kewenangannya.
Beberapa OPD yang direncanakan terlibat meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Keterlibatan berbagai perangkat daerah tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep pentahelix, yang mengedepankan sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat.
Selain dukungan lintas OPD, BAPPERIDA juga mendorong keterlibatan media massa sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan program. Publikasi dinilai penting agar praktik baik yang lahir dari desa dapat dikenal lebih luas sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat setiap tahapan pelaksanaan program, mulai dari perencanaan, pendampingan, hingga evaluasi. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan mahasiswa tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek, melainkan dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Bagi Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Keperawatan Universitas Jember, audiensi ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program dengan arah pembangunan Kabupaten Bondowoso. Keselarasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan sekaligus memperbesar manfaat yang diterima masyarakat Desa Tanahwulan.
Melalui sinergi yang dibangun sejak tahap awal, pemerintah daerah dan perguruan tinggi menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pembangunan desa berbasis kolaborasi. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pelaksana program pengabdian, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.





