Yogyakarta, Krajan.id – Tiga mahasiswa Program Studi S1 Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjalani Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di LEMOSPIRES, perusahaan yang bergerak di bidang fashion dan tekstil kreatif di Kota Yogyakarta. Program magang tersebut berlangsung selama lebih dari empat bulan, mulai 2 Februari hingga 12 Juni 2026.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Cristy Widyaningrum, Alia Rahmawati, dan Arista Karuniasani Saputri. Program magang yang berlangsung di lingkungan industri kreatif tersebut menjadi bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar secara langsung di dunia kerja.
Berlokasi di Jalan Celeban No. 410, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta, LEMOSPIRES menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami berbagai aspek dalam industri fashion dan tekstil, mulai dari tahap perancangan hingga pemasaran produk.
Selama mengikuti program magang, para mahasiswa terlibat dalam sejumlah aktivitas perusahaan. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mempelajari proses pengembangan produk fashion, eksplorasi material tekstil, perancangan desain, proses produksi, hingga strategi pemasaran produk.
Keterlibatan secara langsung dalam berbagai tahapan tersebut memberikan pengalaman praktis yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang kuliah. Selain memahami proses kreatif dalam pengembangan produk, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai tata kelola bisnis dan dinamika industri fashion yang berkembang saat ini.
Dalam keterangan rilis yang diterima, program magang ini disebut sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa perkuliahan.
“Program magang MBKM ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan industri,” demikian disebutkan dalam rilis kegiatan.
Tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis di bidang desain mode, program ini juga mendorong penguatan keterampilan nonteknis seperti komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan profesional. Kompetensi tersebut dinilai penting untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi tantangan industri kreatif yang semakin kompetitif.
Lebih jauh, pelaksanaan magang ini juga mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan industri secara lebih nyata sekaligus memperluas jaringan profesional sejak masih berada di bangku kuliah.
Melalui program MBKM di LEMOSPIRES, Cristy Widyaningrum, Alia Rahmawati, dan Arista Karuniasani Saputri berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. Pengalaman yang diperoleh selama masa magang diharapkan menjadi bekal penting dalam membangun karier profesional di bidang desain mode, industri fashion, maupun sektor ekonomi kreatif pada masa mendatang.





