Warunggunung, Krajan.id – Sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan kepada warga Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, dalam kegiatan sosial yang melibatkan Bank Tabungan Negara (BTN) dan Tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Universitas Bina Bangsa (UNIBA), Kamis (13/8/2026).
Selain penyaluran bantuan kebutuhan pokok, mahasiswa KKM 86 UNIBA turut mengawal penyerahan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program bertajuk “Rumah Bersih, Keuangan Bersih”. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada bantuan fisik berupa perbaikan tempat tinggal, tetapi juga menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kolaborasi antara BTN, perguruan tinggi, dan pemerintah desa menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan dari Tim KKM 86 UNIBA, Septiana Sari, mengatakan keterlibatan mahasiswa mencakup pendampingan penyerahan bantuan RTLH sekaligus pengelolaan distribusi sembako kepada warga penerima manfaat.
“Melalui program Rumah Bersih, Keuangan Bersih ini, kami ingin memastikan warga tidak hanya mendapatkan hunian yang lebih layak dan sehat, tetapi juga terbantu secara ekonomi melalui penyaluran 1.000 paket sembako. Sinergi antara korporasi, perguruan tinggi, dan masyarakat ini menjadi langkah nyata dalam membantu sesama,” ujar Septiana.
Dalam kegiatan tersebut, Septiana didampingi Syaffiyah Yustifani, Helly Devani Krista Monita, Sa’datul Hayati Nufus, dan Fahruroji. Para mahasiswa membantu mengatur registrasi warga, distribusi logistik, serta mendampingi prosesi simbolis penyerahan bantuan RTLH dari BTN.
Distribusi sembako menjadi salah satu bagian yang membutuhkan pengaturan teknis di lapangan. Warga penerima datang dengan membawa kupon verifikasi yang kemudian digunakan sebagai dasar pelayanan.

Anggota tim pelaksana, Syaffiyah Yustifani, mengatakan pengaturan antrean dilakukan untuk menjaga kelancaran pembagian bantuan. Tim juga memberikan perhatian kepada warga lanjut usia agar proses penerimaan bantuan dapat berlangsung dengan nyaman.
“Sejak jam 08.00 pagi warga sudah datang membawa kupon verifikasi. Kami membagi alur antrean menjadi beberapa titik pelayanan agar warga, khususnya lansia, bisa terlayani dengan nyaman,” tutur Syaffiyah.
Di luar distribusi bantuan, mahasiswa juga menyisipkan edukasi yang berkaitan dengan kebersihan rumah dan pengelolaan keuangan keluarga. Materi tersebut disesuaikan dengan semangat program “Rumah Bersih, Keuangan Bersih”.
Sa’datul Hayati Nufus dan Fahruroji turut terlibat dalam penyampaian pesan edukasi kepada masyarakat. Menurut Fahruroji, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kehidupan keluarga.
“Selain membagikan sembako, kami juga menyebarkan pesan-pesan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan rumah serta literasi keuangan dasar bagi keluarga di Desa Warunggunung,” tambah Fahruroji.
Bagi warga penerima manfaat, bantuan perbaikan rumah dan paket sembako dinilai memberikan manfaat langsung. Salah seorang penerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima keluarganya.
“Sangat bersyukur dan terima kasih sekali. Bantuan perbaikan rumah ini sangat berarti buat keluarga kami, ditambah lagi ada bantuan sembako dari adik-adik mahasiswa. Ini sangat membantu dapur kami,” ungkap warga tersebut.
Kegiatan sosial di Desa Warunggunung kemudian ditutup pada pukul 14.00 WIB. Seluruh target penyaluran sembako diselesaikan, dilanjutkan dengan foto bersama antara pihak BTN, Tim KKM 86 UNIBA, aparatur desa, dan warga penerima manfaat.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan KKM tidak hanya berlangsung melalui program yang digagas secara mandiri oleh mahasiswa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengambil peran sebagai pendamping sekaligus penghubung dalam pelaksanaan program sosial yang melibatkan berbagai pihak.





