Boyolali, Krajan.id – Grup Research Geografi Terapan Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Evaluasi dan Penguatan Implementasi Rencana Kontinjensi Berbasis Masyarakat di Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana melalui perencanaan yang sistematis dan berbasis kekuatan lokal.
FGD berlangsung di Balai Desa Klakah dan diikuti perwakilan dari enam dusun di desa tersebut. Peserta terdiri atas kepala dusun, Tim Siaga Desa, perwakilan PKK, serta jajaran dosen Program Studi Pendidikan Geografi UNS. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan akademisi mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Klakah, Marwoto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara pemerintah desa dan perguruan tinggi yang dinilai mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
“Kami mengapresiasi kolaborasi antara pihak desa dengan perguruan tinggi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Marwoto.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Program Studi Pendidikan Geografi sekaligus Ketua Grup Research Geografi Terapan UNS, Dr. Pipit Wijayanti, S.Si., M.Sc. Ia menegaskan bahwa penguatan rencana kontinjensi memiliki peran penting sebagai instrumen strategis dalam mendukung pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
“Penguatan rencana kontinjensi merupakan instrumen strategis dalam pengurangan risiko bencana berbasis komunitas,” kata Dr. Pipit Wijayanti.
Pada sesi utama, anggota Grup Research Geografi Terapan UNS, Gentur Adi Tjahjono, S.Si., M.Pd., memaparkan materi mengenai implementasi rencana kontinjensi di Desa Klakah. Ia menjelaskan bahwa desa tersebut telah memiliki fondasi kesiapsiagaan yang cukup baik sehingga langkah yang dilakukan saat ini lebih difokuskan pada evaluasi serta penguatan implementasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan risiko di lapangan.

“Desa Klakah telah memiliki fondasi kesiapsiagaan yang baik, sehingga langkah yang dilakukan saat ini berfokus pada evaluasi serta penguatan implementasi agar lebih adaptif terhadap dinamika risiko di lapangan,” ujar Gentur Adi Tjahjono.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi pemetaan partisipatif risiko bencana. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bersama-sama mengidentifikasi potensi ancaman, wilayah rawan, serta sumber daya yang dimiliki desa untuk mendukung penanggulangan bencana.
Hasil identifikasi kemudian menjadi dasar dalam penguatan penyusunan rencana kontinjensi (renkon) yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kondisi Desa Klakah. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata ketika terjadi kondisi darurat.
Selama kegiatan berlangsung, diskusi berjalan aktif dan interaktif. Peserta saling berbagi pengalaman mengenai praktik kesiapsiagaan yang telah diterapkan di masing-masing dusun. Berbagai masukan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan implementasi rencana kontinjensi agar lebih efektif dan responsif terhadap kondisi di lapangan.
Melalui FGD ini, Grup Research Geografi Terapan Pendidikan Geografi UNS berharap kapasitas masyarakat Desa Klakah terus meningkat dalam menghadapi potensi bencana. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat juga diharapkan dapat terus terjalin sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa tangguh bencana yang memiliki sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat.





