Yogyakarta, Krajan.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta sukses menggelar K-Wave Euphoria 2026, sebuah festival budaya Korea yang menghadirkan beragam aktivitas bertema K-Pop. Acara yang diselenggarakan oleh kelompok Eclypse Wave tersebut berlangsung di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, pada Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kreatif mata kuliah Produksi Media Kehumasan yang diampu oleh Rufki Ade Vinanda, S.I.Kom., M.A. Melalui penyelenggaraan acara tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori komunikasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merancang, mengelola, dan mengeksekusi sebuah event berskala publik.
Mengusung konsep hiburan yang interaktif, K-Wave Euphoria menghadirkan K-Pop Dance Cover Competition (KDCC) sebagai agenda utama. Kompetisi ini terbuka bagi seluruh fandom K-Pop dan menjadi daya tarik utama bagi komunitas penggemar di Yogyakarta.
Selain kompetisi dance cover, panitia juga menghadirkan Idol Look Challenge, yakni kompetisi kostum bergaya idola K-Pop, Random Play Dance yang mengajak penonton menari bersama mengikuti lagu secara acak, serta Norebang atau karaoke bersama yang ditampilkan melalui layar proyektor. Suasana semakin meriah dengan penampilan bintang tamu AXY yang menghibur peserta dan pengunjung sepanjang acara.
Ketua Penyelenggara K-Wave Euphoria, Lutfia Alfhi Finade, mengatakan acara tersebut dirancang sebagai wadah bagi komunitas pecinta K-Pop di Yogyakarta untuk berkumpul sekaligus menyalurkan kreativitas.
“Kami ingin K-Wave Euphoria menjadi ruang bagi teman-teman penggemar K-Pop, baik yang hobi dance cover, suka dress up ala idola, maupun yang sekadar ingin having fun bareng lewat random dance dan karaoke,” ujar Lutfia.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terbilang tinggi. Seluruh kuota sebanyak 12 grup peserta KDCC terpenuhi, sementara jumlah pengunjung yang hadir mencapai lebih dari 330 orang. Tingginya partisipasi peserta dan penonton menunjukkan besarnya minat komunitas K-Pop terhadap ruang berkegiatan yang bersifat kreatif dan kolaboratif.
Wakil Ketua Panitia, R. Yosef Baning Herjun S.P., menilai keberhasilan penyelenggaraan acara tidak terlepas dari dukungan komunitas K-Pop yang memberikan respons positif sejak proses pendaftaran hingga pelaksanaan kegiatan.
“Acara yang dilaksanakan ini berjalan sangat baik dan diterima positif, dibuktikan dengan antusiasme keikutsertaan Kpopers yang memenuhi kuota untuk KDCC yang kita sediakan,” ujarnya.

Respons positif juga terlihat dari berbagai komentar yang diterima panitia melalui media sosial Instagram. Menurut Lutfia, banyak pengunjung yang berharap acara serupa kembali digelar pada masa mendatang.
“Adain lagi dong kak.”
“Ketinggalan kak, bakal ngadain lagi nggak?”
Komentar dan pesan langsung (direct message) tersebut menjadi salah satu indikator tingginya apresiasi masyarakat terhadap konsep acara yang diusung oleh Eclypse Wave.

Panitia juga menyampaikan bahwa kesuksesan penyelenggaraan K-Wave Euphoria 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai sponsor serta media partner yang turut berkolaborasi selama proses pelaksanaan acara.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta menunjukkan kemampuan mengelola sebuah event nonakademik yang tetap memiliki nilai edukatif. Selain menjadi sarana penerapan kompetensi kehumasan, acara tersebut juga menghadirkan ruang ekspresi bagi komunitas kreatif dengan konsep yang relevan terhadap tren generasi muda saat ini. Keberhasilan penyelenggaraan K-Wave Euphoria 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kreativitas mahasiswa, komunitas, dan mitra pendukung mampu menghasilkan kegiatan yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.





