Banyuwangi, Krajan.id – Pengelolaan persediaan barang dagang yang tertata menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma). Untuk memperkuat kapasitas pengelola usaha desa, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar pelatihan manajemen persediaan dan stock opname ritel bagi pengelola BUMDesma di Kabupaten Banyuwangi.
Pelatihan berlangsung di Aula BUMDesma Tegas, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, pada 30 Juni 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Ekosistem BUMDesma: Akselerasi Pemasaran Produk Unggulan Desa melalui Integrated Marketplace di Kabupaten Banyuwangi”.
Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota Forum Komunikasi (FORKOM) BUMDesma se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti pelatihan tersebut. Program dilaksanakan oleh Tim PKM UPN “Veteran” Jawa Timur yang diketuai Dr. Renny Oktafia, S.E., M.E.I., bersama Dimas Nugroho Dwi Seputro, S.Si., M.B.A., dengan dukungan mahasiswa.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Dasri H. Moh. Katiran, S.H., S.E., Camat Tegalsari Nanang Edy Marsudi, S.IP., M.M., serta Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kerja Sama Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi, Din Eka Pratiwi.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pengelola BUMDesma, khususnya dalam menerapkan sistem pengelolaan stok barang yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Ketua Tim PKM, Dr. Renny Oktafia, menjelaskan bahwa pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi BUMDesma. Salah satu tantangan yang masih sering ditemui ialah pengelolaan persediaan barang dan pemasaran produk yang belum berjalan secara optimal.
Menurutnya, kemampuan mengelola persediaan bukan hanya berkaitan dengan pencatatan barang masuk dan keluar, tetapi juga menjadi dasar dalam menjaga efisiensi usaha dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
“Persediaan barang dagang bukan sekadar mencatat barang masuk dan keluar. Pengelolaan stok yang baik merupakan fondasi bagi keberlangsungan usaha karena berkaitan langsung dengan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, serta pengambilan keputusan bisnis. Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan pemahaman praktis agar BUMDesma mampu mengelola persediaan secara lebih tertib, akurat, dan profesional,” ujar Dr. Renny.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan melalui penguatan ekonomi desa.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar manajemen persediaan, teknik pencatatan stok, pentingnya pelaksanaan stock opname secara berkala, hingga strategi pengendalian persediaan untuk meminimalkan risiko kehilangan barang maupun kelebihan stok.
Materi disampaikan secara aplikatif melalui diskusi, simulasi, dan pembahasan berbagai kasus yang kerap dihadapi pengelola BUMDesma. Pendekatan tersebut diharapkan memudahkan peserta menerapkan materi dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Pengelola BUMDesma aktif menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari pencatatan stok yang masih dilakukan secara manual hingga kesulitan mengendalikan persediaan pada beberapa unit usaha.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta memperoleh berbagai solusi praktis yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing BUMDesma. Dengan pengelolaan persediaan yang lebih tertib, diharapkan usaha desa mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Ketua FORKOM BUMDesma Kabupaten Banyuwangi, Ika Dian Lugawati, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pengelola usaha desa.
“Pelatihan yang diberikan oleh Tim PKM UPN ‘Veteran’ Jawa Timur ini sungguh memberikan manfaat yang luar biasa bagi kami. Kami menjadi lebih memahami pentingnya pengelolaan persediaan yang baik agar usaha desa dapat berjalan lebih efektif juga sangat bermanfaat bagi keberlangsungan BUMDesma Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UPN “Veteran” Jawa Timur yang mengintegrasikan peningkatan kapasitas pengelola BUMDesma dengan pemanfaatan teknologi digital. Selain memperkuat kompetensi sumber daya manusia, program tersebut diharapkan mampu mendorong pengelolaan usaha desa yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan kemampuan pengelola dalam menerapkan manajemen persediaan dan stock opname, BUMDesma di Kabupaten Banyuwangi diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola usaha, memperkuat ketahanan ekonomi desa, serta mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif sesuai dengan target SDG 1 dan SDG 8.





