Pasuruan, Krajan.id – Upaya memperkuat daya saing UMKM di tingkat desa terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Salah satunya digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 108 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya yang akan meluncurkan aplikasi e-commerce lokal Pakijanganku di Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Peluncuran aplikasi tersebut akan dirangkaikan dengan kegiatan Car Free Night UMKM bertajuk “LEGENDHA” yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Jalan Kandangan, Dusun Krajan III, Desa Pakijangan.
Program ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Aplikasi Pakijanganku dikembangkan sebagai sarana pemasaran daring yang secara khusus ditujukan bagi pelaku UMKM di Desa Pakijangan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Koordinator Desa KKN Kelompok 108 UIN Sunan Ampel Surabaya, Fadli Ali Sya’bana, mengatakan bahwa pengembangan aplikasi tersebut berawal dari hasil observasi serta diskusi bersama Pemerintah Desa Pakijangan, Karang Taruna, pengurus UMKM, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) saat pemaparan program kerja mahasiswa KKN.
“Kami melihat banyak produk UMKM di sini yang berkualitas, seperti keripik usus, keripik jamur, sinom, susu kedelai, dan telur asin yang menjadi produk unggulan Desa Pakijangan. Namun pemasarannya masih terbatas di wilayah Desa Pakijangan dan masih bersifat manual. Melalui aplikasi Pakijanganku, para pelaku usaha bisa memajang produk mereka secara digital, menjangkau pembeli lebih luas, dan melakukan transaksi dengan lebih mudah,” kata Ali.

Menurutnya, aplikasi tersebut dirancang dengan antarmuka yang sederhana sehingga mudah digunakan oleh masyarakat. Beberapa fitur yang tersedia meliputi katalog produk, foto produk, fasilitas percakapan dengan pembeli, sistem pembayaran Cash on Delivery (COD), hingga fitur promosi sederhana.
Melalui aplikasi tersebut, mahasiswa KKN berharap pelaku UMKM tidak hanya memperoleh alternatif pemasaran digital, tetapi juga memiliki wadah bersama untuk memperkenalkan produk unggulan Desa Pakijangan kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain peluncuran aplikasi, KKN Kelompok 108 juga menginisiasi penyelenggaraan Car Free Night UMKM sebagai ruang promosi sekaligus hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut akan menghadirkan berbagai stan produk UMKM lokal, aneka kuliner khas desa, serta pertunjukan musik dan kesenian yang melibatkan masyarakat setempat.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN, Karang Taruna, pemuda desa, pelaku UMKM, serta Pemerintah Desa Pakijangan.
Salah satu anggota tim KKN menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai seremoni peluncuran aplikasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan produk-produk lokal secara lebih luas.
“Kami ingin acara ini tidak hanya untuk launching aplikasi, tapi juga menjadi ajang promosi sekaligus rekreasi bagi masyarakat. Car Free Night UMKM diharapkan bisa mengangkat produk UMKM Desa Pakijangan sekaligus menjadi agenda rutin desa yang mendukung perekonomian lokal,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Ketua UMKM Kecamatan Wonorejo, Yudha Perdana. Ia menilai digitalisasi menjadi langkah penting bagi pelaku usaha desa untuk meningkatkan jangkauan pemasaran.
“Saya sangat senang sekali dengan adanya launching aplikasi Pakijanganku karena dengan ini UMKM di Desa Pakijangan bisa merambah ke digitalisasi dan mampu mengenalkan produk lebih luas, serta program Car Free Night UMKM akan menjadi program rutinan yang akan dilaksanakan menjadi Car Free Day setiap dua minggu sekali,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Pakijangan, Hardy Tri H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas inisiatif adik-adik mahasiswa. Program seperti ini sangat dibutuhkan. Harapannya setelah launching nanti, UMKM di desa kami semakin maju dan bisa go public seperti harapan kita bersama,” ujarnya.
Selama menjalankan program KKN, mahasiswa Kelompok 108 tidak hanya mengembangkan aplikasi Pakijanganku, tetapi juga melakukan pendataan dan wawancara secara door to door kepada para pelaku UMKM di Desa Pakijangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan potensi usaha sekaligus menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha terhadap platform digital yang dikembangkan.
Hasil pendataan menunjukkan bahwa Desa Pakijangan memiliki beragam produk unggulan yang memiliki peluang berkembang lebih besar apabila didukung sistem pemasaran berbasis digital. Melalui aplikasi tersebut, produk-produk lokal diharapkan tidak lagi bergantung pada pemasaran konvensional, melainkan mampu menjangkau konsumen dari luar wilayah desa.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, BUMDes, Karang Taruna, pelaku UMKM, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program ini. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Peluncuran Pakijanganku beserta penyelenggaraan Car Free Night UMKM diharapkan menjadi awal penguatan ekonomi lokal sekaligus contoh penerapan digitalisasi di tingkat desa. Dengan memanfaatkan teknologi dan partisipasi masyarakat, Desa Pakijangan berupaya mengembangkan potensi usaha lokal agar semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah perkembangan ekonomi digital.





