Surakarta, Krajan.id – Mengikuti perkuliahan di luar negeri tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga memperluas cara pandang terhadap sistem pendidikan, keberagaman budaya, hingga pengembangan kompetensi global. Pengalaman tersebut dirasakan dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mengikuti program student exchange Semester@NIE AY2025/2026 Semester 2 di National Institute of Education (NIE), Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
Selama satu semester, sejak Januari hingga April 2026, Khusnul Khotimah dari Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi dan Devina Mesinta Budimansyah dari Program Studi Pendidikan Matematika menjalani perkuliahan bersama mahasiswa internasional di salah satu institusi pendidikan guru terkemuka di dunia. Program tersebut memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membentuk kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta berkomunikasi dalam lingkungan multikultural.
Melalui pengalaman itu, keduanya memperoleh perspektif baru mengenai bagaimana sistem pendidikan dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas budaya, pendekatan pembelajaran yang aktif, serta pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Di National Institute of Education (NIE), proses pembelajaran dirancang untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa. Perkuliahan tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga diperkaya dengan diskusi kelas, presentasi, studi kasus, proyek berbasis riset, hingga kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang negara.
Pendekatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran yang selama ini mereka jalani di Indonesia. Mahasiswa dituntut untuk aktif menyampaikan gagasan, bekerja dalam tim internasional, sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan akademik secara kolaboratif.
Bagi Khusnul Khotimah, pengalaman tersebut semakin memperluas pemahamannya mengenai pentingnya membangun pendidikan inklusif yang mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik.
Selama mengikuti program, ia mempelajari berbagai mata kuliah yang membahas kemampuan berpikir kritis, motivasi belajar peserta didik, keberagaman identitas, hingga posisi Singapura dalam dinamika global. Berbagai materi tersebut memperkaya cara pandangnya terhadap peran pendidikan dalam membentuk masyarakat yang menghargai perbedaan.
“Belajar di lingkungan yang sangat beragam membuat saya memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang membangun ruang belajar yang inklusif, menghargai perbedaan, dan mendorong setiap peserta didik untuk berkembang,” ujar Khusnul.

program student exchange di NIE, NTU Singapura. (Dok. Pribadi)
Sementara itu, Devina Mesinta Budimansyah memperoleh pengalaman akademik yang memperkuat kompetensinya di bidang pendidikan matematika melalui berbagai mata kuliah, antara lain matematika komputasional, asesmen pembelajaran, literasi komputer, penalaran kritis, analisis kombinatorial, hingga manajemen fasilitas dan event olahraga.
Menurutnya, proses pembelajaran di NIE menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan pembelajaran matematika yang lebih menarik sekaligus mendorong partisipasi aktif mahasiswa.
“Program ini mengajarkan saya bahwa pembelajaran matematika dapat dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan yang lebih interaktif. Selain memperoleh ilmu baru, saya juga belajar bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai negara yang memiliki cara berpikir berbeda,” kata Devina.
Pengalaman belajar di Singapura tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Selama menjalani program, kedua mahasiswa juga aktif mengikuti berbagai kegiatan budaya dan komunitas yang diselenggarakan oleh kampus maupun asrama.
Mereka mengikuti orientasi mahasiswa internasional, Singapore Learning Journey, perayaan Chinese New Year, Hari Raya Idulfitri, serta berbagai kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dari beragam negara dan latar belakang budaya.
Keterlibatan dalam berbagai aktivitas tersebut menjadi ruang pembelajaran tersendiri. Interaksi dengan mahasiswa internasional membantu mereka mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, meningkatkan kemandirian, sekaligus memahami bagaimana keberagaman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Singapura.

Lingkungan internasional yang mereka hadapi juga mendorong kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap budaya akademik yang berbeda. Selain harus mengikuti ritme perkuliahan yang dinamis, mereka juga dituntut mampu bekerja sama dalam kelompok yang terdiri atas mahasiswa dengan karakter, pengalaman, dan cara berpikir yang beragam.
Bagi Khusnul dan Devina, pengalaman mengikuti student exchange menjadi pembelajaran yang melampaui aspek akademik. Kehidupan sebagai mahasiswa internasional memberikan kesempatan untuk memperluas jejaring global sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan di lingkungan yang berbeda.
Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa pendidikan internasional tidak sekadar memberikan pengetahuan baru, tetapi turut membentuk karakter mahasiswa agar lebih terbuka terhadap berbagai perspektif, mampu berkolaborasi lintas budaya, serta siap menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin global.
Keikutsertaan kedua mahasiswa dalam program Semester@NIE AY2025/2026 Semester 2 turut mencerminkan komitmen UNS dalam mendorong internasionalisasi pendidikan melalui partisipasi mahasiswa pada berbagai program akademik internasional.
Program semacam ini diharapkan menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi global, sekaligus membawa pulang praktik-praktik pembelajaran yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia.
Melalui pengalaman belajar di luar negeri, mahasiswa tidak hanya memperoleh bekal akademik, tetapi juga pengalaman sosial dan budaya yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi lintas negara. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi pengembangan dunia pendidikan di Indonesia.





