Dusun Srowolan, Krajan.id – Perubahan cara berjualan menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha rumahan di tengah perkembangan pemasaran digital. Persoalan itu menjadi perhatian mahasiswa KKN-PPM Kelompok 105 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui program UMKM Go Digital di Dusun Srowolan, Sleman.
Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan sejumlah keterampilan dasar pemasaran digital kepada warga yang telah menjalankan usaha maupun yang baru berencana merintis usaha. Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga disertai praktik agar peserta dapat langsung menerapkannya menggunakan telepon seluler.
Sebanyak 15 pelaku usaha mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah peserta itu sesuai dengan target yang ditetapkan panitia. Dalam pelaksanaannya, keterbatasan jumlah peserta justru membuat proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif.
Peserta aktif menyampaikan pertanyaan, mulai dari cara menentukan nama usaha yang mudah diingat hingga cara mendaftarkan QRIS melalui telepon seluler. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena sebagian peserta baru mengenal sejumlah istilah dan metode pemasaran digital.
Materi disampaikan oleh dua mahasiswa, Andika dan Biya. Keduanya membahas dasar-dasar branding, pemanfaatan WhatsApp Business dan media sosial untuk promosi, serta penggunaan marketplace sebagai salah satu saluran pemasaran.
Penyampaian materi dilakukan secara dua arah. Peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga diberi kesempatan berdiskusi mengenai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Sesi praktik menjadi salah satu bagian yang paling banyak mendapat perhatian. Peserta diajak membuat poster dan banner promosi menggunakan aplikasi Canva. Mereka mulai dari memilih template, memasukkan foto produk, hingga menyusun materi visual yang dapat digunakan untuk kebutuhan promosi.
Bagi peserta yang sebelumnya belum terbiasa menggunakan Canva, praktik tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal langsung salah satu perangkat yang dapat dimanfaatkan dalam promosi digital. Hasil desain yang dibuat selama kegiatan juga dapat digunakan untuk mendukung pemasaran produk masing-masing.

Setelah seluruh materi dan praktik selesai, panitia membagikan lembar evaluasi kepada peserta. Dari 15 peserta yang mengisi evaluasi, sebanyak 95 persen menyatakan sangat puas terhadap cara penyampaian materi.
Salah satu peserta menuliskan kesannya, “Menambah pengetahuan terhadap UMKM dan pemasaran secara online.”
Bagi tim KKN, tanggapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak berhenti pada penyampaian informasi. Pengetahuan mengenai pemasaran digital diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga untuk mulai memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha mereka.
Program UMKM Go Digital merupakan salah satu program kerja individu dalam rangkaian KKN-PPM Kelompok 105 UMBY dengan tema pemberdayaan digital masyarakat dusun. Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan di Dusun Srowolan.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa KKN mendorong pelaku usaha setempat untuk mulai memanfaatkan kanal digital sesuai kebutuhan. Mulai dari membuat identitas usaha, memproduksi materi promosi, memanfaatkan media sosial dan marketplace, hingga menyediakan pilihan pembayaran melalui QRIS.
Bagi usaha rumahan, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari proses beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Digitalisasi tidak selalu harus dimulai dari strategi yang kompleks. Pemanfaatan perangkat yang sudah dimiliki warga dapat menjadi titik awal untuk memperluas cara mereka memperkenalkan dan memasarkan produk.





