Magelang, Krajan.id – Budidaya hidroponik tidak hanya berkaitan dengan cara menanam tanpa tanah. Kondisi air dan nutrisi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Hal tersebut menjadi salah satu materi yang diperkenalkan dalam sosialisasi budidaya hidroponik di SMA N 1 Magelang, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula SMA N 1 Magelang itu diikuti siswa dan guru. Sosialisasi dilaksanakan mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar (Untidar) sebagai bagian dari kegiatan edukatif untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan.
Sosialisasi menghadirkan Rio Ricky Harianto, pemilik Hannafir Greenhouse, sebagai pemateri. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep dasar hidroponik, termasuk metode budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media utama.
Selain memahami konsep dasar, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis sistem hidroponik yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya tanaman. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai perawatan tanaman agar dapat tumbuh secara optimal.
Rio Ricky Harianto menjelaskan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman hidroponik. Di antaranya kondisi air serta kebutuhan nutrisi tanaman yang harus dipantau selama proses budidaya.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah pengukuran kualitas nutrisi pada air yang digunakan dalam sistem hidroponik. Peserta diperkenalkan dengan pengukuran pH dan TDS (Total Dissolved Solids) sebagai bagian dari pemantauan kondisi larutan nutrisi.
Menurut Rio Ricky Harianto, menjaga pH dan TDS dalam rentang yang stabil adalah kunci keberhasilan budidaya hidroponik. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu peserta memahami kondisi air sekaligus kebutuhan nutrisi tanaman dalam sistem hidroponik.
Materi tersebut memberikan gambaran bahwa budidaya hidroponik membutuhkan pemantauan, bukan sekadar proses menempatkan tanaman pada media tanam. Kondisi larutan nutrisi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar tanaman dapat berkembang dengan baik.
Kegiatan ini juga menghubungkan pengetahuan yang diperoleh peserta dengan penerapannya di lingkungan sekolah. Siswa dan guru tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai teknik budidaya tanaman, tetapi juga diperkenalkan pada hidroponik sebagai salah satu alternatif pemanfaatan lingkungan sekolah.
Pelaksanaan sosialisasi oleh mahasiswa MKT Untidar menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung program lingkungan di SMA N 1 Magelang. Kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Konsep green school menjadi salah satu konteks yang melatarbelakangi kegiatan tersebut. Melalui pengenalan hidroponik, warga sekolah diharapkan dapat melihat peluang penerapan kegiatan budidaya tanaman yang selaras dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang berkelanjutan.
Pengetahuan yang diberikan dalam sosialisasi diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi. Siswa dan guru dapat menjadikan pengetahuan mengenai hidroponik, termasuk pemantauan kualitas air dan nutrisi, sebagai bekal untuk mengembangkan kegiatan budidaya tanaman di lingkungan sekolah.
Pemanfaatan hidroponik juga menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan budaya peduli lingkungan melalui kegiatan yang bersifat praktis. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan lingkungan di sekolah tidak hanya berbentuk sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas yang dapat diterapkan secara langsung oleh warga sekolah.





