Tangerang, Krajan.id – Penggunaan media sosial yang semakin luas di tengah masyarakat perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab digital. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Pamulang (Unpam), melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Mushola Al-Amin, Pinang, Kota Tangerang, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan Kelompok 23 tersebut mengangkat tema “Edukasi Etika Bermedia Sosial sebagai Upaya Membangun Kesadaran Digital Masyarakat yang Berkarakter Pancasila”. Sebanyak 23 ibu-ibu pengajian mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB hingga selesai.
Edukasi ini menyasar masyarakat, khususnya ibu-ibu pengajian, yang sehari-hari turut memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Mahasiswa berupaya mengenalkan pentingnya bersikap bijak di ruang digital agar penggunaan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga tetap memperhatikan nilai kesopanan dan tanggung jawab sosial.
Kelompok 23 terdiri atas empat mahasiswa, yakni Zahra Meydinda Tri Gemilang, Rosiana Laela Nurul Syahna, Guntur Tri Wahyudi, dan Diska Ananda Aprilia. Mereka terlibat langsung dalam penyampaian materi serta pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung.
Acara diawali dengan sambutan Ibu Arsiah yang hadir mewakili Ketua Pengajian, Ibu H. Hasnah, yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Arsiah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa Universitas Pamulang yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dengan anggota pengajian.

Materi utama kegiatan berfokus pada etika bermedia sosial, terutama mengenai pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Peserta diajak memahami perlunya memeriksa kebenaran suatu kabar sebelum membagikannya kepada orang lain.
Selain itu, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga sopan santun ketika berkomunikasi melalui media sosial. Perbedaan pendapat, penyampaian komentar, hingga interaksi di ruang digital perlu dilakukan dengan tetap menghormati orang lain.
Materi tersebut dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam membangun karakter masyarakat di tengah perkembangan teknologi. Nilai kemanusiaan, persatuan, dan sikap saling menghargai menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab.
Keterkaitan antara literasi digital dan nilai Pancasila menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa tidak hanya mendorong peserta agar mampu menggunakan media sosial, tetapi juga memahami konsekuensi dari setiap informasi maupun pernyataan yang disampaikan melalui platform digital.
Kehadiran 23 peserta dalam kegiatan ini menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam upaya meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak. Melalui penyampaian materi tersebut, peserta diharapkan lebih cermat dalam memilah informasi serta menghindari penyebaran kabar yang belum diketahui kebenarannya.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa Kelompok 23 menyerahkan sertifikat penghargaan dan cendera mata berupa mug kepada pihak pengajian Mushola Al-Amin. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas sambutan dan kesediaan masyarakat menerima pelaksanaan program pengabdian.
Mahasiswa juga membagikan flyer dan brosur yang memuat materi literasi serta etika bermedia sosial. Dalam kesempatan yang sama, mereka memperkenalkan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Pamulang kepada masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa berharap pemahaman mengenai etika digital dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ibu-ibu pengajian diharapkan mampu menjadi contoh bagi anggota keluarga, terutama dalam membiasakan perilaku yang bijak ketika menggunakan media sosial.

Edukasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan digital yang lebih sehat, santun, dan bertanggung jawab. Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga turut menjaga ruang digital yang positif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan melalui pengabdian langsung kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga di Mushola Al-Amin diharapkan memberikan manfaat bagi peningkatan kesadaran digital masyarakat Pinang, Kota Tangerang.





