Pijar Mengaji Srawung Desa 2026 Warnai Kirab Hari Santri di Balesari

Anak-anak TPQ mengikuti kirab dalam rangka memperingati Hari Santri di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, pada Jumat (23/10/2026), didampingi mahasiswa Universitas Airlangga melalui mata acara PIJAR Mengaji dalam rangkaian Srawung Desa 2026. (Dok. Pribadi)
Anak-anak TPQ mengikuti kirab dalam rangka memperingati Hari Santri di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, pada Jumat (23/10/2026), didampingi mahasiswa Universitas Airlangga melalui mata acara PIJAR Mengaji dalam rangkaian Srawung Desa 2026. (Dok. Pribadi)

Balesari, Krajan.id – Peringatan Hari Santri Nasional di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mempererat kebersamaan melalui kegiatan keagamaan. Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menggelar Pijar Mengaji sebagai bagian dari program Srawung Desa 2026 pada Jumat (23/10/2026), dengan melibatkan anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin).

Kegiatan yang diselenggarakan melalui program kerja Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga itu berlangsung bersamaan dengan kirab Hari Santri. Rangkaian acara meliputi penyerahan Al-Qur’an, pendampingan peserta kirab, pembagian jajanan dan susu, serta pengundian hadiah atau doorprize.

Bacaan Lainnya

Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Santri, kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dengan anak-anak yang mengikuti pendidikan keagamaan di Desa Balesari. Interaksi itu sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan masyarakat di luar lingkungan kampus.

Mahasiswa Serahkan 50 Al-Qur’an kepada TPQ Baiturrahman

Rangkaian Pijar Mengaji diawali dengan pembukaan, sambutan perwakilan TPQ dan Madin, serta pembacaan qiroat. Sebelum kirab dimulai, mahasiswa Universitas Airlangga menyerahkan 50 Al-Qur’an secara simbolis kepada Saiful, Kepala TPQ Baiturrahman.

Al-Qur’an tersebut kemudian diserahkan kepada pihak TPQ untuk dikelola dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Penyerahan ini menjadi salah satu bagian kegiatan pengabdian mahasiswa yang berkaitan langsung dengan aktivitas pendidikan keagamaan di desa.

Setelah penyerahan Al-Qur’an, panitia mempersiapkan anak-anak yang akan mengikuti kirab. Peserta dikumpulkan dan dibariskan berdasarkan kelompok pendidikan masing-masing.

Barisan dimulai dari kelompok TPQ yang beranggotakan anak-anak berusia lebih muda, kemudian dilanjutkan kelompok berikutnya hingga Madin Musto yang berada di urutan paling belakang. Setelah seluruh peserta siap, kirab diberangkatkan untuk menyusuri rute yang telah ditentukan menuju titik akhir.

Selama perjalanan, mahasiswa turut mendampingi peserta agar tetap berada dalam barisan dan mengikuti kegiatan dengan tertib. Kirab berlangsung sekitar satu jam dan menjadi bagian dari perayaan Hari Santri yang melibatkan anak-anak TPQ dan Madin di Desa Balesari.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Saiful. Ia menilai kehadiran mahasiswa dapat mendukung kegiatan keagamaan sekaligus membuka ruang interaksi antara peserta didik dan kalangan perguruan tinggi.

“Sangat baik. Kami bahkan berharap mahasiswa sudah hadir sejak awal acara. Kebetulan bertepatan dengan Hari Santri dan acara di Balesari, jadi bisa saling mendukung,” ujar Saiful.

Jajanan dan Doorprize Meriahkan Penutupan Kegiatan

Setelah seluruh peserta tiba di garis finis, panitia membagikan jajanan dan susu kepada anak-anak sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kirab.

Panitia kemudian mengarahkan peserta untuk mengumpulkan kupon yang digunakan dalam pengundian doorprize. Setiap anak memperoleh satu kupon untuk mengikuti pengundian hadiah yang telah disiapkan.

Pembagian tersebut menjadi salah satu rangkaian yang dinantikan peserta setelah mengikuti kirab. Anak-anak terlihat antusias mengumpulkan kupon dan menunggu pengundian hadiah.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pijar Mengaji tidak hanya menghadirkan aktivitas keagamaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berinteraksi dengan mahasiswa dalam suasana yang lebih santai.

Salah satu peserta, Fitri, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan bersama mahasiswa Universitas Airlangga. Menurut dia, interaksi dengan para mahasiswa menjadi pengalaman menyenangkan selama kegiatan berlangsung.

“Senang, soalnya bisa diajarin sama kakak. Kakaknya baik, kegiatannya juga seru,” kata Fitri.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi ruang interaksi bagi anak-anak dan mahasiswa. Kehadiran mahasiswa tidak hanya mendukung pelaksanaan acara, tetapi juga memberikan pengalaman sosial melalui kegiatan bersama.

TPQ dan Madin Berharap Pendampingan Berlangsung Lebih Lama

Di balik kelancaran kegiatan, Saiful berharap keterlibatan mahasiswa dalam pendidikan keagamaan di Desa Balesari dapat berlangsung dalam waktu yang lebih panjang. Menurut dia, interaksi yang berkelanjutan akan memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan dari mahasiswa.

Ia membandingkan kegiatan tersebut dengan pengalaman sebelumnya ketika mahasiswa menjalankan pengabdian masyarakat selama satu bulan di desa. Durasi yang lebih panjang, menurutnya, memungkinkan anak-anak berinteraksi lebih sering dengan mahasiswa.

Saiful menegaskan, manfaat yang paling dibutuhkan dari kehadiran mahasiswa adalah pertukaran pengetahuan yang dapat mendukung kegiatan pendidikan di TPQ dan Madin.

“Kami atas nama TPQ dan Madin sangat berterima kasih kepada mahasiswa. Yang kami butuhkan adalah keilmuannya, yaitu transfer ilmu. Hanya saja sayang, waktunya cuma beberapa hari,” ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan Fitri. Ia menginginkan mahasiswa dapat tinggal lebih lama di Desa Balesari sehingga kesempatan untuk berinteraksi dan mengikuti kegiatan bersama menjadi lebih banyak.

Harapan tersebut menjadi catatan bagi pelaksanaan program pengabdian masyarakat berikutnya. Selain menyelenggarakan kegiatan dalam momentum tertentu, pendampingan yang berlangsung lebih lama berpotensi membuka ruang interaksi yang lebih intensif antara mahasiswa dan masyarakat.

Melalui Pijar Mengaji dalam program Srawung Desa 2026, mahasiswa Universitas Airlangga berupaya mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan masyarakat Desa Balesari. Penyerahan Al-Qur’an, pendampingan kirab, dan interaksi dengan anak-anak TPQ serta Madin menjadi bagian dari upaya membangun hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peringatan Hari Santri, tetapi juga menjadi pintu bagi pelaksanaan pengabdian masyarakat yang lebih berkelanjutan, terutama dalam mendukung pendidikan keagamaan dan memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak di desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *