Balesari, Krajan.id – Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menghadirkan pembelajaran interaktif bagi siswa SDN 1 Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, melalui program Srawung Desa 2026. Kegiatan bertajuk PIJAR ini menggabungkan eksperimen sains, pemanfaatan barang bekas, dan pembelajaran bahasa Inggris untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa sekolah dasar.
Kegiatan tersebut dirancang dengan menyesuaikan materi dan aktivitas berdasarkan jenjang kelas. Melalui pendekatan praktik langsung, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas, keterampilan berkomunikasi, dan kerja sama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama dan senam pramuka. Aktivitas ini dilakukan untuk membangun semangat siswa sebelum mengikuti sesi pembelajaran. Setelah itu, peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yakni kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4, serta kelas 5 dan 6.
Siswa kelas 1 dan 2 mengikuti kegiatan di lapangan, sedangkan siswa kelas 3 hingga 6 menjalani pembelajaran di dalam kelas. Pembagian kelompok tersebut memungkinkan setiap jenjang memperoleh materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan belajar masing-masing.
Bagi siswa kelas 1 dan 2, pembelajaran dikemas melalui eksperimen sains sederhana. Mereka diajak membuat model gunung meletus dan mobil dari barang bekas. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal konsep sains melalui percobaan sekaligus mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar mereka.
Sementara itu, siswa kelas 3 dan 4 membuat kolase menggunakan sampah bekas jajanan. Melalui aktivitas tersebut, siswa diperkenalkan pada pemanfaatan barang yang sudah tidak terpakai menjadi karya kreatif. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya melihat kembali nilai guna suatu benda sebelum membuangnya.
Adapun siswa kelas 5 dan 6 mengikuti pembelajaran bahasa Inggris dengan materi perkenalan diri. Mereka berlatih memperkenalkan diri menggunakan bahasa asing tersebut untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. Materi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kegiatan belajar sebelumnya.
Kepala SDN 1 Balesari menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang dibawa mahasiswa Srawung Desa 2026. Menurut dia, keterlibatan mahasiswa memberikan tambahan pengalaman belajar bagi siswa, terutama melalui materi dan keterampilan yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Kalau ada mahasiswa yang ahli di bidangnya memberikan materi, hal itu sangat berpengaruh pada keterampilan anak-anak nantinya. Kegiatan ini sangat bagus dan sangat membantu SD kami,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembelajaran bersama mahasiswa memberikan suasana berbeda dibandingkan kegiatan belajar sehari-hari di sekolah. Siswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan pengajar yang memiliki latar belakang pengalaman dan keahlian beragam.
Pihak sekolah juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran. Sementara itu, bagi siswa, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan mendorong keterbukaan terhadap pengetahuan baru di luar rutinitas belajar di kelas.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ica, salah satu siswa kelas 5, mengaku senang mengikuti pembelajaran bahasa Inggris bersama mahasiswa. Meski materi perkenalan diri bukan hal baru baginya, ia tetap menikmati kesempatan untuk mempelajarinya kembali.
“Walaupun pernah diajarin, aku tetap senang belajar lagi biar bahasa Inggrisku makin lancar,” ujar Ica.
Setelah sesi pembelajaran kelompok selesai, seluruh siswa berkumpul untuk mengikuti permainan estafet air. Dalam permainan ini, siswa berbaris dan memindahkan air menggunakan gelas kepada teman di belakangnya. Siswa terakhir kemudian menuangkan air yang terkumpul ke dalam botol.
Permainan tersebut melengkapi rangkaian kegiatan dengan aktivitas yang menekankan kerja sama, kekompakan, dan ketelitian. Siswa perlu menjaga koordinasi agar air dapat dipindahkan hingga mencapai peserta terakhir.
Rangkaian kegiatan PIJAR ditutup dengan dokumentasi bersama sebelum para siswa pulang. Melalui program Srawung Desa 2026, mahasiswa Universitas Airlangga menghadirkan variasi pembelajaran yang memadukan praktik sains, kreativitas, kemampuan berbahasa, dan permainan edukatif.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa proses belajar dapat dikembangkan melalui beragam pendekatan yang melibatkan siswa secara aktif. Penyesuaian aktivitas dengan jenjang kelas juga menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.





