Mahasiswa Universitas Pamulang Edukasi Ibu-Ibu Pengajian di Pinang untuk Tangkal Hoaks

Mahasiswa Kelompok 22 bersama spanduk kegiatan. (Dok. Pribadi)
Mahasiswa Kelompok 22 bersama spanduk kegiatan. (Dok. Pribadi)

Tangerang, Krajan.id – Penyebaran informasi palsu atau hoaks di media sosial masih menjadi tantangan dalam kehidupan masyarakat digital. Untuk meningkatkan kesadaran terhadap persoalan tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Pamulang menggelar penyuluhan literasi digital bagi ibu-ibu pengajian di Mushola Al-Amin, Pinang, Kota Tangerang, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB itu mengangkat tema “Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Menangkal Hoaks dan Disinformasi”. Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa untuk menerapkan ilmu perkuliahan secara langsung di lingkungan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Penyuluhan dilaksanakan oleh Kelompok 22 yang terdiri atas lima mahasiswa, yakni Ananda Amelia, Elsy Novitri Laot, Mutmainah, Muhamad Ihya Ulumudin, dan Wiwit Lestari Setyaningsih.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh perwakilan mahasiswa yang menjelaskan maksud dan tujuan penyelenggaraan penyuluhan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai bahaya hoaks dan disinformasi serta pentingnya membangun perilaku yang bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.

Dalam sesi materi, peserta diajak mengenali karakteristik informasi palsu yang kerap beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan. Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada kemampuan mengidentifikasi informasi menyesatkan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai etika berkomunikasi di ruang digital, termasuk pentingnya menjaga kesantunan dan bertanggung jawab atas informasi yang disebarluaskan.

Menariknya, materi literasi digital tersebut dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. Pendekatan ini digunakan untuk mengajak masyarakat memahami bahwa perilaku di dunia maya tetap harus mencerminkan nilai moral, tanggung jawab, persatuan, dan sikap saling menghormati.

Sepanjang kegiatan, ibu-ibu pengajian mengikuti penyuluhan dari awal hingga akhir. Materi disampaikan dengan pendekatan edukatif agar peserta dapat memahami persoalan hoaks yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, terutama ketika menerima informasi melalui grup percakapan maupun media sosial.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Kelompok 22 berharap peserta semakin kritis dalam menerima informasi. Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mempercayai kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih ikut menyebarkannya tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Kesadaran tersebut dinilai penting karena ibu-ibu pengajian juga memiliki peran dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan mengenai literasi digital diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi contoh bagi anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

Kegiatan penyuluhan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Pamulang dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Melalui edukasi mengenai hoaks dan disinformasi, mahasiswa berupaya mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih cermat, santun, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan meningkatnya pemahaman mengenai literasi digital, masyarakat diharapkan mampu menghadapi derasnya arus informasi tanpa mudah terpengaruh kabar yang menyesatkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *