Gumiwang Lor, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 262 tahun 2026 menyerahkan peta jalur evakuasi tanah longsor kepada Pemerintah Desa Gumiwang Lor, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri. Peta tersebut disiapkan sebagai sarana informasi kebencanaan untuk membantu pemerintah desa dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi longsor.
Program yang menjadi bagian dari kegiatan pengabdian mahasiswa ini tidak hanya berfokus pada penyediaan peta, tetapi juga pada penguatan pemahaman mengenai pentingnya mitigasi bencana. Keberadaan informasi jalur evakuasi diharapkan membantu warga mengenali arah menuju tempat yang lebih aman apabila terjadi keadaan darurat.
Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang dapat mengancam keselamatan warga, merusak permukiman, serta mengganggu aktivitas masyarakat. Risiko kejadian tersebut dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kondisi tanah, kemiringan lereng, curah hujan, dan keadaan lingkungan sekitar.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan potensi longsor, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah menyediakan informasi yang mudah dipahami mengenai jalur evakuasi dan langkah yang perlu dipersiapkan sebelum keadaan darurat terjadi.

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 262 memilih peta jalur evakuasi sebagai media informasi karena dapat menyajikan arah pergerakan warga secara visual. Melalui peta tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh gambaran mengenai rute yang dapat digunakan untuk menuju lokasi lebih aman sesuai dengan informasi yang telah disusun.

Penyusunan peta ini juga dimaksudkan untuk mendukung pemerintah desa dalam menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat. Dengan tersedianya media informasi yang dapat diakses bersama, pemahaman mengenai jalur evakuasi diharapkan tidak hanya dimiliki oleh perangkat desa, tetapi juga diketahui warga yang berpotensi terdampak.
Konsultasi dengan BPBD Wonogiri
Penyusunan peta jalur evakuasi memerlukan pertimbangan kondisi wilayah dan informasi kebencanaan yang sesuai. Karena itu, mahasiswa tidak langsung menyusun peta tanpa melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Rangkaian program diawali dengan konsultasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri pada (20/7/2026) dan (5/8/2026). Konsultasi tersebut dilakukan untuk memperoleh arahan mengenai penyusunan peta jalur evakuasi tanah longsor di Desa Gumiwang Lor.
Tahap konsultasi dan verifikasi menjadi bagian penting untuk mengevaluasi kesesuaian jalur serta informasi yang dicantumkan dalam peta dengan kondisi wilayah dan kebutuhan mitigasi bencana. Melalui proses tersebut, mahasiswa berupaya memastikan peta yang dihasilkan dapat mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat.
Setelah melalui proses evaluasi, peta kemudian disempurnakan, dicetak, dan dibingkai agar lebih mudah ditampilkan di lingkungan desa. Penyajian dalam bentuk fisik diharapkan memudahkan pemerintah desa memanfaatkan peta sebagai media informasi kebencanaan.
Tahap akhir program ditandai dengan penyerahan peta kepada Kepala Desa Gumiwang Lor, Suparman. Peta tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam menyampaikan informasi jalur evakuasi kepada warga, terutama untuk meningkatkan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi potensi longsor.

Penyerahan yang dilakukan pada tanggal (10/10/2026) tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan mahasiswa, mulai dari konsultasi dengan BPBD, penyusunan dan verifikasi informasi, hingga pencetakan serta pembingkaian peta.
Kolaborasi untuk Desa Tangguh Bencana
Program penyusunan peta jalur evakuasi ini sejalan dengan tema kegiatan di Desa Gumiwang Lor, yakni Gumiwang Lor Tangguh, Berdaya, dan Berkelanjutan Berbasis SDGs. Kegiatan tersebut secara khusus dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 17, yang menekankan pentingnya kemitraan dan kolaborasi.
Keterlibatan mahasiswa, BPBD Kabupaten Wonogiri, dan pemerintah desa menunjukkan peran kerja sama dalam mendukung upaya mitigasi bencana di tingkat lokal. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui program pengabdian masyarakat, sedangkan instansi terkait memberikan arahan sesuai bidangnya dan pemerintah desa berperan dalam pemanfaatan hasil kegiatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyerahan peta. Informasi yang telah disusun perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar warga mengetahui keberadaan peta dan memahami cara memanfaatkannya sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 262 berharap peta jalur evakuasi itu dapat terus dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan masyarakat meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir. Kesadaran mengenai mitigasi bencana juga diharapkan tetap tumbuh melalui penyampaian informasi dan pengenalan jalur evakuasi kepada warga.
Keberadaan peta menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Namun, pemanfaatannya perlu disertai pemahaman warga terhadap informasi yang tercantum, koordinasi dengan pihak terkait, serta kesiapan mengikuti arahan petugas apabila terjadi keadaan darurat.
Melalui program ini, mahasiswa berupaya meninggalkan hasil pengabdian yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Desa Gumiwang Lor. Peta jalur evakuasi diharapkan membantu memperkuat penyebaran informasi kebencanaan sekaligus mendukung upaya membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi potensi tanah longsor.





