Surakarta, Krajan.id – Mahasiswa Program Studi Sains Data Universitas Sebelas Maret (UNS) memanfaatkan ruang publik, sekolah dasar, hingga panti asuhan sebagai media untuk memperkuat literasi masyarakat melalui serangkaian kegiatan edukatif yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026. Program tersebut merupakan bagian dari Hibah MBKM UNS bertajuk “Penguatan Literasi Masyarakat Melalui Sosialisasi dan Edukasi Interaktif”.
Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta, mahasiswa menghadirkan materi mulai dari pengenalan potensi diri, keamanan data pribadi, hingga pengembangan kemampuan berpikir kritis. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi pembelajaran di luar kampus yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Program diawali pada 31 Mei 2026 melalui kampanye edukatif bertema “Kenali Dirimu, Temukan Potensimu” yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Surakarta. Berbeda dari penyuluhan pada umumnya, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk mengenali berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam proses belajar sekaligus menemukan potensi yang dimiliki.

Sebagai media interaksi, tim mahasiswa menyediakan papan refleksi yang dapat diisi langsung oleh pengunjung. Melalui papan tersebut, masyarakat menuliskan beragam kendala yang kerap mereka alami, mulai dari sulit berkonsentrasi saat belajar, kurang percaya diri, rendahnya motivasi, hingga kesulitan mengatur waktu.
Aktivitas tersebut dipadukan dengan sejumlah permainan edukatif yang dirancang agar peserta dari berbagai kelompok usia dapat terlibat secara aktif. Pendekatan interaktif ini tidak hanya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, tetapi juga mendorong peserta memahami bahwa setiap tantangan dapat dikenali dan diatasi secara bertahap.
“Mahasiswa menyediakan papan refleksi sebagai media bagi pengunjung untuk menuliskan berbagai kendala yang pernah mereka alami, seperti kesulitan berkonsentrasi saat belajar, kurang percaya diri, rendahnya motivasi, hingga kesulitan mengatur waktu,” demikian dijelaskan dalam rilis kegiatan yang diterima redaksi.
Setelah menyasar masyarakat umum melalui kegiatan di ruang publik, tim mahasiswa melanjutkan program edukasi ke SD Negeri Gumpang 1. Kali ini, sasaran kegiatan adalah siswa kelas IV dan V dengan materi mengenai keamanan data pribadi di era digital.
Materi disampaikan melalui kombinasi presentasi singkat, diskusi, serta kuis interaktif agar mudah dipahami oleh peserta didik. Para siswa dikenalkan pada berbagai jenis informasi pribadi yang harus dijaga, potensi risiko penyalahgunaan data di internet, hingga langkah sederhana untuk melindungi diri saat menggunakan perangkat digital dan media daring.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta mengikuti sesi kuis yang telah disiapkan oleh mahasiswa.
“Siswa diperkenalkan pada jenis-jenis data pribadi yang perlu dijaga, risiko penyalahgunaan informasi di internet, serta langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri saat menggunakan media digital,” sebagaimana disebutkan dalam rilis.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa berharap peserta memiliki kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga informasi pribadi serta mampu menggunakan teknologi digital secara lebih bijaksana di tengah meningkatnya akses internet pada anak-anak.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada 13 Juni 2026 melalui edukasi di Griya Yatim & Dhuafa Solo dengan mengangkat tema “Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Game Interaktif”.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa memanfaatkan permainan kelompok sebagai sarana pembelajaran. Peserta diajak menyusun strategi, berdiskusi, berkomunikasi, serta memecahkan berbagai tantangan secara bersama-sama. Melalui metode tersebut, kemampuan berpikir logis dan kerja sama diasah dalam suasana yang lebih menyenangkan.
Selain melatih kemampuan menyelesaikan masalah, aktivitas tersebut juga mendorong peserta untuk lebih berani menyampaikan pendapat, menghargai pandangan orang lain, serta mengambil keputusan berdasarkan hasil diskusi kelompok.
Program ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu dilakukan melalui pembelajaran formal di ruang kelas. Ruang publik, sekolah, maupun panti asuhan dapat menjadi tempat belajar yang efektif ketika pendekatan yang digunakan mampu melibatkan peserta secara aktif.
Secara keseluruhan, kegiatan yang dijalankan mahasiswa Sains Data UNS sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui upaya memperluas akses pembelajaran dan meningkatkan literasi bagi berbagai kelompok masyarakat.
Selain itu, sosialisasi mengenai keamanan data pribadi turut mendukung SDG 16 yang berfokus pada pembangunan masyarakat yang damai, adil, dan memiliki kelembagaan yang tangguh. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara aman dan bertanggung jawab.
Melalui implementasi Hibah MBKM UNS, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga menerapkan ilmu yang dipelajari untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan edukatif yang diterapkan dalam berbagai segmen peserta menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan secara kontekstual, interaktif, dan relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.





