Mahasiswa KKN 268 UINSA Belajar Kepedulian Sosial Lewat Program Jumat Berkah Kelompok Bestie di Bendul Merisi

Wawancara dengan ibu kelompok bestie kegiatan jumat berkah di Bendul Merisi Permai. Sumber dukumentasi kelompok KKN 268 Uinsa.
Wawancara dengan ibu kelompok bestie kegiatan jumat berkah di Bendul Merisi Permai. Sumber dukumentasi kelompok KKN 268 Uinsa.

Surabaya, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 268 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berpartisipasi dalam kegiatan Program Jumat Berkah yang digagas Kelompok Bestie di Kelurahan Bendul Merisi. Kegiatan sosial yang telah berjalan sejak 2022 itu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung tentang nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada masyarakat.

Program Jumat Berkah bermula dari kebersamaan sejumlah ibu yang tergabung dalam Kelompok Bestie usai menggelar buka puasa bersama di sebuah masjid. Dari pertemuan sederhana tersebut muncul gagasan untuk menjaga silaturahmi sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pembagian makanan setiap hari Jumat.

Bacaan Lainnya

Pada awal pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti oleh 13 anggota dengan menyediakan sekitar 50 kotak nasi. Seluruh biaya operasional saat itu berasal dari iuran pribadi para anggota.

Tanpa memiliki dapur khusus, para anggota memasak secara swadaya, kemudian membagikan makanan kepada tukang becak, warga sekitar, serta masyarakat di kawasan Rumah Sakit Al maupun lingkungan permukiman sekitar.

Seiring berjalannya waktu, program tersebut semakin dikenal masyarakat. Banyak warga datang langsung ke lokasi pembagian sehingga jumlah makanan yang disiapkan terus meningkat. Jika semula hanya sekitar 50 kotak nasi, kini Kelompok Bestie mampu membagikan hingga sekitar 350 paket makanan setiap pekan.

Tak hanya menyediakan makanan, Kelompok Bestie juga menyalurkan pakaian layak pakai dan berbagai kebutuhan rumah tangga yang masih dapat dimanfaatkan masyarakat. Bentuk kepedulian tersebut menjadi bagian dari upaya mereka membantu warga yang membutuhkan secara berkelanjutan.

Warga memilih pakaian bekas layak pakai yang disediakan dalam kegiatan berbagi Jumat berkah oleh sejumlah kelompok Bestie. Donasi pakaian tersebut berasal dari masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Sumber dokumentasi kelompok KKN 268 Uinsa.
Warga memilih pakaian bekas layak pakai yang disediakan dalam kegiatan berbagi Jumat berkah oleh sejumlah kelompok Bestie. Donasi pakaian tersebut berasal dari masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Sumber dokumentasi kelompok KKN 268 Uinsa.

Dukungan terhadap program ini pun terus bertambah. Bila pada awalnya hanya mengandalkan dana dari anggota, kini kegiatan tersebut mendapat bantuan dari sejumlah donatur serta masyarakat yang mengetahui keberadaan Program Jumat Berkah melalui media sosial maupun rekomendasi dari mulut ke mulut.

Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan tenaga saat proses memasak serta pengaturan distribusi makanan agar bantuan dapat diterima secara merata.

Bu Wulandari, salah satu penggerak Kelompok Bestie, mengatakan pembagian tugas harus disesuaikan apabila ada anggota yang berhalangan hadir. Selain itu, panitia juga harus memastikan tidak ada penerima manfaat yang mengambil jatah lebih dari satu kali.

“Kalau ada anggota yang berhalangan hadir, pembagian tugas memasak harus diatur ulang. Saat pembagian juga terkadang masih ada yang mengantre dua kali, jadi kami harus lebih teliti agar semua yang benar-benar membutuhkan bisa kebagian,” ujar Bu Wulandari.

Untuk menjaga ketertiban selama pembagian makanan, Kelompok Bestie turut melibatkan petugas keamanan setempat. Kehadiran satpam membantu memastikan setiap penerima memperoleh satu paket makanan sehingga distribusi berlangsung lebih tertib dan adil.

Seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan beberapa hari sebelumnya. Belanja bahan makanan dilakukan setiap Rabu, sedangkan proses memasak dimulai sejak Kamis agar ratusan porsi makanan siap dibagikan pada Jumat pagi.

Adapun sasaran utama penerima manfaat adalah masyarakat yang sehari-hari bekerja di lapangan, seperti petugas kebersihan, satpam, pemulung, penjaga makam, pengemudi ojek, pedagang sayur, hingga warga sekitar yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Bagi mahasiswa KKN 268 UINSA, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Mereka tidak hanya membantu proses persiapan dan distribusi makanan, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana sebuah gerakan sosial sederhana dapat berkembang berkat konsistensi, gotong royong, dan keikhlasan para anggotanya.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa aksi sosial tidak selalu harus dimulai dengan sumber daya yang besar. Komitmen untuk berbagi secara rutin mampu membangun kepercayaan masyarakat sehingga semakin banyak pihak yang terdorong memberikan dukungan.

Semangat itulah yang terus dijaga Kelompok Bestie hingga saat ini. Mereka berharap Program Jumat Berkah dapat terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat pada masa mendatang.

“Harapan kami sederhana, semoga Jumat Berkah bisa terus berjalan dengan konsisten dan semakin banyak masyarakat yang ikut berbagi. Semakin banyak yang peduli, semakin banyak pula orang yang bisa merasakan manfaatnya,” tutur Bu Finni Rosdiyanti.

Harapan tersebut sejalan dengan slogan Kelompok Bestie, “Until Jannah”, yang menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk terus melangkah bersama dalam menebarkan kebaikan.

Melalui keterlibatan dalam Program Jumat Berkah, mahasiswa KKN UINSA memperoleh pembelajaran bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh melalui kebersamaan dan aksi nyata. Konsistensi para relawan dalam berbagi diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi sesama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *