Ngawi, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok 28 menghadirkan program Posko Pintar sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kemampuan belajar anak-anak di Desa Bangunrejo Kidul, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Program tersebut berupa layanan les gratis bagi siswa jenjang SD dan MI yang berlangsung selama masa liburan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN setelah mahasiswa menemukan masih adanya persoalan kemampuan dasar literasi di lingkungan desa.
Berdasarkan informasi yang diperoleh mahasiswa saat berkoordinasi dengan pihak sekolah, masih terdapat sejumlah siswa yang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan program pendampingan belajar yang diharapkan dapat membantu anak-anak memahami materi pelajaran sekaligus mengembangkan potensi akademik mereka.
Salah seorang guru SDN Bangunrejo Kidul 4, Ibu Siti, menyampaikan kepada mahasiswa KKN bahwa masih terdapat peserta didik yang mengalami hambatan dalam kemampuan baca tulis. Temuan itu mendorong mahasiswa menghadirkan ruang belajar tambahan yang mudah diakses masyarakat.

Program Posko Pintar diselenggarakan di posko KKN Kelompok 28 dan terbuka bagi seluruh siswa sekolah dasar di Desa Bangunrejo Kidul. Peserta berasal dari beberapa lembaga pendidikan, yakni MI Mambaul Hasanah, SDN Bangunrejo Kidul 2, dan SDN Bangunrejo Kidul 4.
Selama dua pekan pelaksanaan, kegiatan digelar setiap Senin hingga Kamis pukul 08.00–09.00 WIB. Materi pembelajaran dibagi berdasarkan jadwal harian, yaitu Bahasa Arab pada Senin, Bahasa Inggris pada Selasa, Matematika pada Rabu, dan Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Kamis.
Pembagian materi dilakukan sesuai kompetensi masing-masing anggota KKN. Dengan sistem tersebut, setiap mahasiswa bertanggung jawab mengajar bidang yang dikuasainya sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.
Setiap pertemuan diawali dengan kedatangan peserta ke posko, dilanjutkan doa bersama sebelum memasuki sesi pembelajaran. Para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara langsung, tetapi juga memadukannya dengan permainan edukatif, lagu-lagu sederhana, serta sesi tanya jawab interaktif.
Metode tersebut dipilih agar suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Mahasiswa juga memberikan penghargaan sederhana atau reward kepada siswa yang berani menjawab maupun menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini tergolong tinggi. Sebanyak 61 siswa tercatat mengikuti kegiatan Posko Pintar selama pelaksanaan program.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran yang dipelajari di sekolah sekaligus menjadi sarana belajar yang produktif selama masa liburan.
Dalam rilis kegiatan disebutkan, “Peningkatan kualitas pendidikan, terkhususnya di Desa Bangunrejo Kidul menjadi salah satu fokus kami, untuk membantu menunjang pendidikan di Desa Bangunrejo Kidul.”
Selain mendapat sambutan positif dari orang tua, kegiatan ini juga memperoleh respons baik dari para peserta. Sejumlah siswa mengaku merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran yang dikemas secara santai dan interaktif.
Adibah, siswi MI Mambaul Hasanah, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Kakak-kakaknya baik, sabar juga mengajar sampai kita mengerti,” ujar Adibah sebagaimana disampaikan dalam rilis kegiatan.
Hal senada disampaikan Syafa, siswi SDN Bangunrejo Kidul 4, yang berharap kegiatan serupa dapat berlangsung lebih lama.
“Kalau bisa lesnya setiap hari, untuk mengisi waktu liburan,” kata Syafa.
Respons positif dari para peserta menunjukkan bahwa program pendampingan belajar tidak hanya menjadi alternatif kegiatan selama liburan sekolah, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat belajar anak-anak.
Melalui pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik. Kehadiran Posko Pintar juga diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan akses terhadap pembelajaran tambahan, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan di luar jam sekolah.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui bidang pendidikan. Selain memberikan tambahan pengetahuan akademik, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun karakter anak agar lebih gemar belajar serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat, program Posko Pintar diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Bangunrejo Kidul serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peserta didik.





