Mahasiswa KKN UINSA Dukung Posga RW 7 Bendul Merisi, Layanan Kesehatan Jangkau Balita hingga Lansia

Mahasiswa KKN UINSA dukung Posga RW 7 Bendul Layanan Kesehatan untuk Semua Usia.
Mahasiswa KKN UINSA dukung Posga RW 7 Bendul Layanan Kesehatan untuk Semua Usia.

Surabaya, Krajan.idPosyandu Keluarga (Posga) kini menjadi wajah baru pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak lagi hanya berfokus pada balita. Layanan ini mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, balita, anak prasekolah, orang dewasa, hingga lansia.

Transformasi tersebut terlihat dalam pelaksanaan Posga rutin di RW 7 Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini mendapat dukungan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang turut membantu kelancaran pelayanan kesehatan kepada warga.

Bacaan Lainnya

Posga yang digelar setiap pekan kedua setiap bulan itu berlangsung di halaman Balai RW 7 Bendul Merisi mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Sebanyak 31 balita dan 23 lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan yang didampingi 10 Kader Surabaya Hebat (KSH), dua bidan dari puskesmas, serta enam mahasiswa KKN UINSA Surabaya.

Kegiatan diawali dengan senam pagi yang diikuti para lansia. Mahasiswa KKN bertindak sebagai instruktur senam sebelum pelayanan kesehatan dimulai.

Selanjutnya, peserta menjalani proses registrasi dan pemeriksaan sesuai kelompok usia. Lansia memperoleh layanan penimbangan berat badan, pengukuran lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, serta konsultasi kesehatan bersama bidan.

Sementara itu, balita menjalani penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, hingga pemantauan tumbuh kembang sebagai bagian dari deteksi dini kondisi kesehatan anak.

Salah seorang bidan yang bertugas menjelaskan bahwa perubahan dari Posyandu menjadi Posga bertujuan memperluas cakupan pelayanan sehingga dapat dimanfaatkan seluruh anggota keluarga.

“Dulu namanya Posyandu, sekarang menjadi Posga atau Posyandu Keluarga. Jadi yang boleh ikut bukan hanya balita, tetapi juga ibu hamil, anak prasekolah, orang dewasa, hingga lansia. Untuk balita kami juga membawa vaksin imunisasi sekaligus memantau tumbuh kembang sesuai usianya,” jelasnya.

Menurutnya, penyelenggaraan Posga merupakan hasil kolaborasi antara tenaga kesehatan, Kader Surabaya Hebat (KSH), serta pengurus RT dan RW. Meski demikian, pelaksanaan kegiatan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan ruang karena lokasi pelayanan berada di area yang juga digunakan sebagai akses lalu lintas warga.

“Harapan kami masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya dan lebih antusias datang ke Posga. Kader juga diharapkan terus mengedukasi warga agar rutin mengikuti pemeriksaan kesehatan meskipun hanya untuk skrining,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UINSA berperan membantu berbagai kebutuhan teknis di lapangan. Mereka mengatur antrean peserta, membantu penimbangan dan pengukuran balita, mengukur lingkar kepala serta lingkar lengan atas, mencatat hasil pemeriksaan, hingga mendokumentasikan jalannya kegiatan.

Kehadiran mahasiswa dinilai membantu mempercepat pelayanan, terutama ketika jumlah peserta cukup banyak sehingga beban kerja kader dan tenaga kesehatan dapat berkurang.

Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya lakukan pendampingan kegiatan posga di RW 7 Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya (Doc. Pribadi)
Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya lakukan pendampingan kegiatan posga di RW 7 Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya (Doc. Pribadi)

Ketua RW 7 Bendul Merisi mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN yang dinilai membawa semangat baru dalam penyelenggaraan Posga.

“Dengan adanya anak-anak KKN kami merasa terbantu, khususnya saat senam lansia karena sesekali ada pergantian instruktur. Ketika pelayanan berlangsung kami juga tidak terlalu kewalahan. Semoga ke depan masih ada mahasiswa magang atau KKN yang dapat membantu kegiatan di lingkungan RW,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan salah seorang kader KSH. Ia berharap semakin banyak warga memanfaatkan layanan Posga sebagai sarana pemeriksaan kesehatan rutin, bukan hanya datang ketika terdapat pembagian makanan tambahan.

“Pesan kami untuk warga, semoga lebih rutin mengikuti Posga. Antusiasme biasanya meningkat ketika ada pembagian makanan atau kudapan, tetapi yang lebih penting adalah pemeriksaan kesehatan rutin agar kondisi kesehatan dapat dipantau,” tuturnya.

Ketua Kelompok KKN UIN Sunan Ampel Surabaya, Kevin, mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan.

“Tujuan kami adalah membantu masyarakat dan mendampingi kegiatan agar para petugas tidak kewalahan. Selain itu, kami juga memperoleh pengalaman baru karena dapat terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan bagi lansia maupun balita,” katanya.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posga juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta KKN untuk memahami praktik pelayanan kesehatan masyarakat secara langsung. Di sisi lain, keberadaan mereka memberikan tambahan tenaga bagi kader dan petugas kesehatan dalam melayani warga.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, Kader Surabaya Hebat, pengurus lingkungan, serta mahasiswa KKN menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat dapat berjalan lebih optimal melalui kerja sama berbagai pihak.

Melalui penyelenggaraan Posga secara rutin, RW 7 Bendul Merisi berupaya mendorong budaya pemeriksaan kesehatan sejak dini bagi seluruh anggota keluarga. Layanan ini tidak hanya berfokus pada pemantauan tumbuh kembang balita, tetapi juga menjadi sarana skrining kesehatan bagi orang dewasa dan lansia sehingga berbagai risiko penyakit dapat dideteksi lebih awal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *