Jagawana 5.0 Dorong Ketahanan Pangan melalui Penanaman Hortikultura di Desa Dilem

Suasana saat kegiatan penamaman bibit holtikultura oleh panitia Jagawana dan petugas Tahura. (Dok. Pribadi)
Suasana saat kegiatan penamaman bibit holtikultura oleh panitia Jagawana dan petugas Tahura. (Dok. Pribadi)

Dilem, Krajan.id – Pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan menjadi salah satu fokus kegiatan Jagawana 5.0 di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (22/8/2026). Program kerja Kementerian Lingkungan Hidup BEM Universitas Airlangga itu menggandeng petugas Taman Hutan Raya (Tahura) dalam kegiatan penanaman tanaman hortikultura.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan. Selain menanam, peserta mendapat pendampingan mengenai cara menanam dan merawat tanaman hortikultura agar dapat dimanfaatkan secara tepat.

Bacaan Lainnya

Sejumlah bibit ditanam dalam kegiatan itu, antara lain cabai kecil, cabai besar, dan terong. Proses penanaman dilakukan secara bersama-sama oleh panitia Jagawana 5.0 dan petugas Tahura yang mendampingi peserta di lapangan.

Pendampingan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami tahapan penanaman sekaligus pentingnya perawatan tanaman. Pengetahuan itu diharapkan dapat menjadi bekal dalam memanfaatkan lahan secara produktif tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Dari sisi pangan, tanaman hortikultura yang ditanam berpotensi menjadi sumber bahan pangan bagi masyarakat. Pada saat yang sama, keberadaan tanaman juga dapat membantu meningkatkan penghijauan di lingkungan desa.

Kegiatan ini sekaligus mempertemukan generasi muda dengan pengelola kawasan konservasi dalam praktik pengelolaan lingkungan secara langsung. Peserta tidak hanya terlibat dalam proses penanaman, tetapi juga belajar mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa upaya memenuhi kebutuhan pangan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pemanfaatan lahan secara berkelanjutan menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kelestarian alam.

Melalui penanaman hortikultura ini, Jagawana 5.0 turut mengaitkan kegiatan lingkungan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2, yakni Tanpa Kelaparan (Zero Hunger). Tujuan tersebut berkaitan dengan upaya mendorong ketahanan pangan serta pertanian yang berkelanjutan.

Ke depan, kolaborasi antara generasi muda, pengelola kawasan konservasi, dan masyarakat diharapkan dapat berlanjut melalui kegiatan lingkungan lainnya. Keterlibatan masyarakat secara lebih luas dinilai penting agar pemanfaatan lahan produktif sekaligus upaya menjaga lingkungan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Desa Dilem.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *