Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 155 Ajarkan Santriwati Olah Ubi Menjadi Serundeng

Mahasiswa KKN Kelompok 155 membuat produk pangan Serundeng Ubi bersama Santriwati PonPes Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN 155 UMRI)
Mahasiswa KKN Kelompok 155 membuat produk pangan Serundeng Ubi bersama Santriwati PonPes Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN 155 UMRI)

Desa Petani, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 155 mengajarkan santriwati Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil mengolah ubi menjadi serundeng, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula pondok pesantren itu merupakan bagian dari program kerja KKN untuk mendorong pemanfaatan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah.

Pelatihan tersebut mencakup pengenalan bahan, proses pengolahan, hingga penyelesaian produk. Kegiatan dipandu mahasiswa KKN Kelompok 155, Egah Aulia Rahmi dan Serly Agustina Amin.

Bacaan Lainnya

Egah mengatakan, ubi yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar memiliki peluang untuk diolah menjadi produk pangan yang lebih menarik sekaligus bernilai jual.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan yang sederhana seperti ubi bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki nilai jual,” ujar Egah.

Para santriwati mengikuti setiap tahapan pengolahan secara langsung. Selain memperoleh keterampilan baru, mereka diperkenalkan pada peluang pengembangan produk sederhana yang dapat diarahkan menjadi kegiatan usaha.

Menurut Serly, pelatihan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan membuat serundeng ubi. Para santriwati juga diajak melihat potensi bahan pangan di sekitar secara lebih kreatif.

“Harapannya, setelah kegiatan ini para santriwati tidak hanya mengetahui cara membuat serundeng ubi, tetapi juga bisa melihat bahwa potensi di sekitar dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi,” ungkap Serly.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan santriwati dalam setiap proses pengolahan. Pendekatan praktik membuat peserta dapat memahami tahapan pembuatan secara langsung, sekaligus memperoleh pengalaman dalam mengolah bahan pangan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya KKN Kelompok 155 UMRI mengenalkan kewirausahaan dan pengembangan potensi lokal kepada masyarakat, khususnya santri di Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Kelompok 155 berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi santriwati untuk berkreasi dan mengembangkan produk pangan berbahan sederhana. Pengetahuan tersebut juga diharapkan membuka wawasan mengenai peluang usaha yang dapat dimulai dari potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pelatihan juga memberi ruang bagi peserta untuk mengenali tahapan produksi secara lebih terstruktur. Dari pemilihan bahan hingga hasil akhir, santriwati dapat memahami bahwa pengolahan pangan membutuhkan ketelitian, kebersihan, dan kreativitas. Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi pengetahuan praktis yang berguna ketika mereka ingin mencoba membuat produk pangan lain dari bahan yang tersedia secara lebih mandiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *