Pucangrejo, Krajan.id – Penguatan UMKM desa tidak cukup hanya dengan meningkatkan kualitas produk. Akses pasar, kemampuan memanfaatkan teknologi digital, kemasan, hingga sarana pendukung usaha menjadi bagian penting agar produk lokal mampu menjangkau konsumen secara lebih luas.
Hal itu menjadi fokus program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 154 di Desa Pucangrejo. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNS 154 berkolaborasi dengan Pertamina PT Patra Logistik melalui sejumlah program yang diarahkan pada kebutuhan praktis pelaku UMKM.
Kolaborasi tersebut tidak hanya menyasar aspek promosi. Program yang dijalankan mencakup distribusi produk melalui toko lokal, penguatan keberadaan usaha di Google Maps, pembaruan desain kemasan, hingga pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya KKN UNS 154 untuk membantu pelaku usaha membangun ekosistem pemasaran yang lebih terhubung. Produk yang dihasilkan UMKM tidak hanya diperkenalkan kepada konsumen, tetapi juga didukung dari sisi distribusi dan sarana operasional.
Salah satu program yang dijalankan ialah Optimalisasi Distribusi Produk UMKM Desa. Program ini diarahkan untuk membuka akses pemasaran melalui toko-toko lokal yang dinilai strategis bagi produk UMKM Desa Pucangrejo.
Tahapannya dimulai dari survei dan pemilihan UMKM potensial, pemetaan toko yang menjadi target, pembahasan mekanisme titip jual atau konsinyasi, hingga penataan produk pada area display toko mitra.
Produk UMKM yang dititipkan memperoleh respons positif dan tingkat penjualan yang baik. Selain membantu memperluas akses pasar, pola tersebut juga membuka ruang komunikasi langsung antara pemilik UMKM dan pengelola toko. Komunikasi ini penting untuk memantau ketersediaan stok sekaligus melihat peluang keberlanjutan kerja sama.
Penguatan pemasaran kemudian dilanjutkan melalui program UMKM Go Digital. Dalam program ini, mahasiswa KKN UNS 154 memanfaatkan Google Maps untuk meningkatkan visibilitas usaha dan membantu calon konsumen menemukan lokasi UMKM.
Pendampingan meliputi pendaftaran dan verifikasi titik lokasi usaha, pengelolaan ulasan, serta pemantauan informasi yang telah dicantumkan pada platform tersebut. Sebanyak 12 titik UMKM berhasil terdaftar dan terverifikasi secara resmi di Google Maps. Masing-masing juga memiliki sedikitnya lima ulasan positif.
Kehadiran UMKM pada platform digital menjadi bagian dari upaya memperkuat akses informasi mengenai usaha lokal. Konsumen dapat mengetahui keberadaan usaha secara lebih mudah, sementara pelaku UMKM memiliki sarana digital yang dapat dikelola untuk mendukung aktivitas pemasaran.
Pengembangan tidak berhenti pada distribusi dan digitalisasi. KKN UNS 154 juga menyentuh aspek identitas produk melalui program Kemasan Baru, UMKM Maju untuk UMKM Keripik Tempe Bunda.
Kegiatan diawali dengan survei produk pada 15 Juli 2026. Mahasiswa mengumpulkan informasi mengenai logo, varian produk, sertifikasi, bentuk kemasan lama, serta berat bersih atau netto produk.
Informasi tersebut menjadi dasar dalam pengembangan desain kemasan baru bersama pemilik UMKM. Hasilnya berupa desain final, mockup digital, dan contoh cetak kemasan yang dapat digunakan sebagai referensi untuk produksi berikutnya.
Pembenahan kemasan selanjutnya dihubungkan dengan strategi pemasaran digital melalui program Pengembangan Pemasaran UMKM Keripik Tempe Bunda dengan strategi content creator sponsorship di TikTok.
Dalam program tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan media sosial, pengelolaan TikTok Shop, penyusunan etalase produk, pengunggahan informasi produk, serta pembuatan konten pemasaran.
Strategi ini diarahkan untuk membangun alur pemasaran yang lebih terintegrasi. Produk yang telah dikembangkan dari sisi tampilan kemudian diperkenalkan melalui konten media sosial dan diarahkan ke kanal penjualan digital.
Selain peningkatan kapasitas pelaku usaha, kolaborasi KKN UNS 154 dan Pertamina PT Patra Logistik juga diwujudkan melalui bantuan sarana pendukung kegiatan masyarakat. Desa Pucangrejo menerima bantuan berupa tenda bazar yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, terutama kegiatan yang berkaitan dengan bazar dan aktivitas ekonomi desa.
Dukungan sarana juga diberikan kepada UMKM Keripik Tempe Bunda dalam bentuk mesin cetak resi. Peralatan tersebut ditujukan untuk membantu proses pengiriman produk, terutama dalam mendukung aktivitas penjualan melalui kanal digital.
Bantuan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM dalam program ini tidak hanya diarahkan pada sisi yang terlihat oleh konsumen. Kebutuhan operasional usaha juga menjadi bagian yang diperhatikan, sehingga pelaku UMKM memiliki sarana untuk menunjang kegiatan penjualan dan pengiriman.

Pelaksanaan program mendapat respons positif dari masyarakat. Pelaku UMKM terlibat dalam sejumlah tahapan pendampingan, termasuk pemilik Keripik Tempe Bunda yang mengikuti proses mulai dari survei produk, pengembangan desain kemasan, hingga pemasaran digital.
Pemerintah Desa Pucangrejo turut mendukung pelaksanaan kegiatan, terutama dalam pendataan UMKM dan koordinasi dengan masyarakat. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempertemukan mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku usaha selama program berlangsung.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM dapat dilakukan dengan melihat persoalan usaha secara lebih menyeluruh. Distribusi, keberadaan di platform digital, tampilan produk, pemasaran media sosial, dan sarana operasional saling berkaitan dalam membangun akses pasar.
Bagi UMKM di tingkat desa, kemampuan mempertahankan proses tersebut setelah program KKN berakhir menjadi tantangan berikutnya. Pengelolaan Google Maps, penggunaan kemasan baru, produksi konten, serta pemanfaatan kanal penjualan digital membutuhkan konsistensi dari pelaku usaha.
KKN UNS 154 berharap program yang telah dilaksanakan dapat diteruskan secara mandiri oleh masyarakat. Keberlanjutan tersebut menjadi bagian penting agar pendampingan yang dilakukan selama masa KKN tidak berhenti sebagai kegiatan sementara.
Kolaborasi antara Pertamina PT Patra Logistik, KKN UNS 154, Pemerintah Desa Pucangrejo, dan pelaku UMKM pada akhirnya memberikan model pemberdayaan yang menggabungkan penguatan akses pasar dengan pemanfaatan teknologi dan dukungan sarana usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu UMKM Desa Pucangrejo mengembangkan potensi yang telah dimiliki sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi pasar.





