Balunijuk, Krajan.id – Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan kegiatan team-based project di SDN 44 Pangkalpinang, Rabu (13/5/2026). Kegiatan edukatif tersebut mengangkat tema “Cerita Warna-Warni: Mengenal Keanekaragaman Busana Adat Nusantara” melalui aktivitas mewarnai pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari proyek mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Kegiatan dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila, Padlun Fauzi, S.Hum., M.Sc., serta dosen pengampu Pendidikan Kewarganegaraan, Tri Indrayati, M.Pd.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada siswa sejak usia dini. Fokus utama kegiatan ialah memperkenalkan berbagai busana adat nusantara agar siswa memahami keberagaman budaya sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa.
Sebanyak 25 siswa kelas 3A SDN 44 Pangkalpinang mengikuti kegiatan dengan antusias. Mengusung slogan “Ceria Penuh Makna”, para mahasiswa mencoba menghadirkan suasana belajar yang santai namun tetap edukatif.
Acara dibuka oleh pembawa acara yang langsung mengajak siswa berinteraksi secara aktif. Untuk membangun semangat belajar dan menjaga fokus anak-anak, mahasiswa juga mengadakan sesi ice breaking yang membuat suasana kelas menjadi lebih hidup.
Memasuki sesi inti, siswa diajak mengikuti kegiatan mewarnai gambar pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia. Mahasiswa membagikan lembar gambar berbagai pakaian adat Indonesia, mulai dari Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jambi, DKI Jakarta, Sumatera Barat, hingga Sulawesi Selatan.
Pemilihan beberapa daerah tersebut dilakukan agar siswa lebih mudah mengenali dan mengingat ragam pakaian adat yang ada di Indonesia. Meski belum mencakup seluruh busana adat nusantara, kegiatan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak.
Suasana kelas terlihat penuh semangat selama proses mewarnai berlangsung. Sejumlah siswa tampak berusaha menyesuaikan warna pakaian adat dengan warna aslinya, sementara siswa lain lebih bebas mengeksplorasi kreativitas mereka melalui kombinasi warna yang beragam.
Kegiatan itu tidak hanya menjadi sarana belajar budaya, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas dan imajinasi mereka. Hasil karya yang berwarna-warni pun menunjukkan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan.
“Murid kelas 3A sudah dapat mengenal salah satu busana adat nusantara, sehingga banyak warna-warni indah yang tercipta dari kreativitas mereka. Ini membuktikan bahwa mengenalkan budaya lewat seni visual sangat efektif untuk anak-anak,” ujar salah satu mahasiswa Akuakultur UBB.
Menurut mahasiswa peserta kegiatan, pendekatan visual melalui aktivitas mewarnai dinilai lebih mudah diterima anak-anak sekolah dasar dibandingkan metode pembelajaran yang bersifat teoritis. Selain menyenangkan, metode tersebut juga membantu siswa memahami keberagaman budaya secara sederhana dan interaktif.
Melalui kegiatan sosialisasi kreatif ini, mahasiswa berharap generasi muda dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini. Kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya dinilai penting sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi upaya memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya yang dimiliki Indonesia. Dengan mengenal budaya dari berbagai daerah, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pihak sekolah, mahasiswa Akuakultur UBB menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada SDN 44 Pangkalpinang. Penyerahan dilakukan di akhir kegiatan sebagai simbol kerja sama dan dukungan terhadap program edukasi budaya tersebut.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara dosen pembimbing, mahasiswa, guru, dan seluruh siswa kelas 3A. Para siswa tampak antusias memperlihatkan hasil karya mewarnai mereka yang penuh warna.
Kegiatan team-based project ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter dan pengenalan budaya lokal kepada anak-anak sekolah dasar melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.





