KKN UNS Dorong Desa Timpag Menjadi Desa Agro-Ekologis dan Wisata Budaya Berkelanjutan

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) berfoto bersama perangkat Desa Timpag pelaksanaan rangkaian program pengabdian di Kantor Perbekel Desa Timpag, Kabupaten Tabanan, Bali. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) berfoto bersama perangkat Desa Timpag pelaksanaan rangkaian program pengabdian di Kantor Perbekel Desa Timpag, Kabupaten Tabanan, Bali. (doc. pribadi)

Timpag, Krajan.id – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) menuntaskan seluruh rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Timpag, Bali. Program tersebut mengusung tema “Timpag Agro-Eco Cultural Village: Desa Mandiri, Sehat, dan Berdaya” dengan fokus pada pengembangan desa berbasis agro-ekologi dan wisata budaya berkelanjutan.

Melalui tajuk “Kolaborasi Multidisiplin untuk Pengembangan Desa Timpag sebagai Desa Agro-Ekologis dan Wisata Budaya Berkelanjutan”, mahasiswa KKN menghadirkan sejumlah program yang menyasar sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, hingga pelestarian budaya lokal.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Desa Timpag di bawah kepemimpinan I Nyoman Ardika serta dukungan aktif masyarakat setempat. Sinergi tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) berfoto bersama warga Desa Timpag, Bali, usai melaksanakan kegiatan pendampingan dan sosialisasi program pemberdayaan masyarakat. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) berfoto bersama warga Desa Timpag, Bali, usai melaksanakan kegiatan pendampingan dan sosialisasi program pemberdayaan masyarakat. (doc. pribadi)

Salah satu fokus utama program adalah penguatan sektor ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mahasiswa melakukan pendampingan berupa audit legalitas usaha serta analisis perkembangan bisnis untuk membantu pelaku usaha memahami aspek legal sekaligus potensi pengembangan usahanya.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar dapat mengelola usaha secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan administrasi usaha sebagai langkah mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, mahasiswa KKN UNS menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif di sekolah dasar. Program tersebut meliputi penyuluhan anti-bullying, edukasi pubertas, hingga pelatihan ecoprint berbasis lingkungan.

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar di Desa Timpag, Bali, melalui kegiatan penyuluhan anti-bullying dan pembelajaran interaktif. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar di Desa Timpag, Bali, melalui kegiatan penyuluhan anti-bullying dan pembelajaran interaktif. (doc. pribadi)

Penyuluhan anti-bullying dilakukan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai. Sementara itu, edukasi pubertas diberikan untuk membantu siswa memahami perubahan fisik maupun psikologis pada masa pertumbuhan.

Mahasiswa KKN UNS juga memperkenalkan pelatihan ecoprint sebagai media pembelajaran kreatif berbasis lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memanfaatkan bahan-bahan alami untuk menghasilkan karya seni sekaligus menanamkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Selain program pendidikan dan ekonomi, mahasiswa turut menjalankan kegiatan sosial-edukatif bagi anak-anak dan generasi muda di Desa Timpag. Program tersebut diwujudkan melalui sosialisasi hak anak, kampanye anti-bullying, pendampingan literasi dalam rangka Bulan Bahasa, hingga edukasi mengenai manajemen koperasi.

Tidak hanya fokus pada program kerja, mahasiswa KKN UNS juga berupaya memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Timpag secara langsung. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi ruang pembelajaran mengenai nilai-nilai budaya Bali yang masih terjaga hingga kini.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan adat dan tradisi masyarakat seperti ngayah, rangkaian upacara Odalan, prosesi Ngaben, hingga membantu pembuatan Ogoh-Ogoh menjelang hari raya. Sebagai bentuk penghormatan terhadap adat setempat, mahasiswa juga melaksanakan tradisi matur piuning sebelum menjalankan aktivitas di lingkungan masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebatas menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi proses belajar memahami nilai gotong royong, penghormatan terhadap tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Bali,” demikian disampaikan dalam rilis kegiatan KKN UNS di Desa Timpag.

Keterlibatan langsung mahasiswa dalam kehidupan masyarakat memberikan pengalaman mendalam mengenai pentingnya menjaga hubungan harmonis antara budaya, masyarakat, dan lingkungan. Interaksi tersebut juga memperkuat nilai kolaborasi antara mahasiswa dan warga desa dalam mendukung pembangunan berbasis budaya lokal.

Program KKN ini ditutup melalui seremoni bersama Kepala Desa dan jajaran perangkat Desa Timpag pada (18/2/2026). Penutupan kegiatan menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa sebelum kembali ke kampus asal pada hari berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Timpag. Berbagai program yang telah dijalankan dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam penguatan edukasi, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian budaya lokal.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan multidisiplin yang mencakup bidang pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, serta pelestarian budaya,” sebagaimana tertuang dalam rilis.

Sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat diharapkan dapat meninggalkan manfaat berkelanjutan bagi Desa Timpag. Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi fondasi dalam mendorong kemandirian desa berbasis agro-ekologi, budaya lokal, dan penguatan masyarakat secara berkelanjutan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *