Dusun Pakis Tengah, Krajan.id – Mengenalkan kebiasaan mengelola uang tidak harus dimulai dengan materi yang rumit. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 68 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) memilih pendekatan kreatif dengan mengajak anak-anak membuat dan menghias celengan dalam program “Edukasi Menabung Sejak Dini”.
Program tersebut menyasar anak-anak di TK Pertiwi Pakis dan KBIT-RA Jam’iyyatul Ihsan Pakis, Dusun Pakis Tengah, Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kegiatan digelar pada dua hari berbeda, yakni di TK Pertiwi Pakis pada Selasa (4/8/2026) dan KBIT-RA Jam’iyyatul Ihsan Pakis pada Rabu (5/8/2026).
Alih-alih hanya menjelaskan konsep menabung, mahasiswa KKN Kelompok 68 mengemas kegiatan dalam bentuk aktivitas yang dekat dengan dunia anak. Pendekatan tersebut digunakan agar anak-anak tidak hanya mengenal pengertian menabung, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung membuat media yang dapat digunakan untuk menyimpan uang.
Kegiatan diawali dengan perkenalan antara mahasiswa dan anak-anak. Setelah suasana menjadi lebih akrab, mahasiswa menunjukkan sebuah celengan dan mengajukan pertanyaan sederhana, salah satunya mengenai siapa saja yang sudah memiliki celengan di rumah.
Dari percakapan tersebut, mahasiswa kemudian menjelaskan pengertian, manfaat, dan cara menabung dengan bahasa yang mudah dipahami anak usia dini. Anak-anak diajak memahami bahwa uang yang dimiliki tidak harus langsung dihabiskan. Menyisihkan uang dalam jumlah kecil secara rutin juga dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten.
Materi kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai celengan. Setiap anak mendapatkan celengan bergambar yang dapat dihias sesuai kreativitas masing-masing. Aktivitas ini sekaligus memberi kesempatan kepada anak-anak untuk membuat sendiri media menabung yang nantinya dapat mereka bawa pulang.
Setelah celengan selesai dihias, kegiatan ditutup dengan sesi berbagi. Sejumlah anak diminta maju ke depan untuk menunjukkan hasil karya mereka sekaligus menceritakan alasan atau tujuan menabung.
Di TK Pertiwi Pakis, misalnya, beberapa anak menyampaikan keinginan menabung untuk membeli pesawat mainan, penjepit rambut, hingga boneka. Sementara itu, di KBIT-RA Jam’iyyatul Ihsan Pakis, beberapa anak mengatakan ingin menabung hingga uangnya terkumpul untuk kemudian diberikan kepada orang tua.
Menurut mahasiswa KKN Kelompok 68, cerita tersebut menunjukkan bahwa anak-anak mulai memahami konsep menabung sebagai cara untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan itu tidak hanya berkaitan dengan keinginan pribadi, tetapi juga dapat diarahkan untuk berbagi dengan orang tua.
Mahasiswa juga memberikan penguatan pada akhir kegiatan mengenai pentingnya konsistensi dalam menabung. Anak-anak diingatkan agar celengan yang telah mereka buat tidak berhenti sebagai hasil karya, tetapi terus digunakan dengan menyisihkan uang secara rutin.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 68 UMBY berharap celengan yang dibawa pulang dapat menjadi pengingat bagi anak-anak untuk mulai membangun kebiasaan menyisihkan uang sedikit demi sedikit.
Lebih dari sekadar mengenalkan aktivitas menabung, program tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai tanggung jawab, konsistensi, dan perencanaan sejak usia dini. Dengan pendekatan sederhana dan menyenangkan, mahasiswa berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan anak dalam kehidupan sehari-hari hingga mereka tumbuh dewasa.





