Cara Unik Mahasiswa KKM 86 UNIBA ‘Sapu Bersih’ Bullying  di SDN 1 Warunggunung Buat Siswa Ketagihan

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan edukasi mengenai anti-bullying di SDN 1 Warunggunung, Kabupaten Lebak, Rabu (22/7/2026). (Dok. Pribadi/KKM 86 UNIBA)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan edukasi mengenai anti-bullying di SDN 1 Warunggunung, Kabupaten Lebak, Rabu (22/7/2026). (Dok. Pribadi/KKM 86 UNIBA)

Lebak, Krajan.id – Edukasi mengenai anti-bullying tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah di dalam kelas. Pendekatan berbeda dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) di SDN 1 Warunggunung, Kabupaten Lebak, Rabu (22/7/2026).

Melalui kegiatan bertajuk “Sekolah Asyik, Semua Teman, Semua Sayang”, mahasiswa mengemas materi tentang perundungan dalam bentuk drama interaktif dan permainan yang melibatkan siswa secara langsung.

Bacaan Lainnya

Kegiatan berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Para siswa tidak hanya menerima penjelasan mengenai perundungan, tetapi juga diajak memahami bentuk-bentuk perilaku yang dapat menyakiti teman melalui aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Penanggung jawab kegiatan, Henry Arya Ardiansyah, mengatakan pendekatan tersebut dipilih agar pesan tentang perundungan dapat diterima siswa tanpa kesan menggurui.

“Kami tidak mau datang cuma untuk ceramah. Fokus kami adalah menyentuh hati anak-anak, membuktikan bahwa sekolah itu tempat paling asyik saat semua orang saling sayang dan tidak ada lagi aksi saling ejek,” kata Henry.

Dalam pelaksanaannya, Vira Yuniar bersama Ita Agustia dan Siti Muharomah menyusun sejumlah aktivitas edukatif. Salah satunya berupa drama interaktif dan gim tantangan empati.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak berperan sebagai “Pahlawan Kebaikan”. Mereka diberikan situasi yang mendorong kepedulian terhadap teman, termasuk bagaimana bersikap ketika melihat teman merasa kesepian atau menjadi sasaran ejekan.

Pendekatan ini juga membuka ruang bagi siswa untuk mengenali perilaku perundungan yang selama ini mungkin dianggap sebagai candaan biasa. Materi tidak hanya berfokus pada tindakan yang dilakukan pelaku, tetapi juga pentingnya membangun keberanian untuk menolak perilaku yang dapat merugikan teman.

Kegiatan tersebut mendapat respons dari para siswa. Mereka mengikuti rangkaian permainan sekaligus memperoleh pemahaman bahwa ucapan atau candaan tertentu dapat berdampak pada orang lain.

“Awalnya kirain cuma main-main biasa, ternyata bikin ketagihan! Sekarang saya tahu kalau ngatain teman itu salah, mending kita saling rangkul,” ujar salah satu siswa.

Rangkaian edukasi kemudian ditutup dengan Deklarasi Sahabat Setia. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian souvenir dan foto bersama jajaran guru serta mahasiswa KKM Kelompok 86 UNIBA.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKM 86 UNIBA berupaya memperkenalkan pemahaman mengenai perundungan di sekolah dengan cara yang sesuai dengan karakter siswa sekolah dasar. Pesan yang dibangun sederhana, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang aman dengan membiasakan sikap saling menghargai dan peduli terhadap sesama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *