Surakarta, Krajan.id – Tiga mahasiswa Program Studi S1 Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjalankan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kewirausahaan melalui kombinasi kegiatan magang industri dan pengembangan usaha mandiri.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Faness Monika Puspitasari, Faradhila Rahma Khoirunisa, dan Hasya Husna Asnawi. Program yang mereka ikuti terdiri atas kerja profesi selama satu bulan di industri batik dan dilanjutkan dengan pengembangan usaha selama tiga bulan sebagai bentuk implementasi pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik.
Pada tahap kerja profesi, ketiganya menjalani magang di Batik Tjap Tiga Negri yang berlokasi di kawasan Laweyan, Surakarta. Selama program berlangsung, mereka terlibat langsung dalam berbagai tahapan produksi batik, mulai dari perancangan motif, proses pengecapan, pewarnaan, pencelupan, pelorodan, pengendalian mutu (quality control), hingga pemasaran produk.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai proses produksi batik secara menyeluruh, dari tahap perancangan hingga produk siap dipasarkan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai pengelolaan usaha yang berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Selama menjalani magang, mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai proses kerja industri, mulai dari perancangan motif, pengecapan batik, pewarnaan, pencelupan, pelorodan, quality control, hingga pemasaran produk,” demikian keterangan dalam program MBKM Kewirausahaan yang dijalankan mahasiswa UNS tersebut.
Setelah menyelesaikan tahap kerja profesi, ketiga mahasiswa melanjutkan program melalui pengembangan usaha bernama LOKAE. Usaha ini bergerak di bidang fesyen berkelanjutan dengan menghadirkan produk vest convertible bag tie dye berbahan pewarna alam.

Produk tersebut dirancang sebagai busana multifungsi yang dapat digunakan sebagai vest sekaligus tas. Konsep ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen modern yang menginginkan produk fesyen praktis, fungsional, dan tetap memiliki nilai estetika.
“LOKAE merupakan usaha fesyen berkelanjutan yang berfokus pada produk vest convertible bag tie dye pewarna alam, yaitu produk multifungsi yang dapat digunakan sebagai vest sekaligus tas,” sebagaimana dijelaskan dalam deskripsi program.
Selain mengedepankan fungsi, produk LOKAE juga mengusung prinsip ramah lingkungan. Penggunaan teknik tie dye dengan pewarna alami menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan produk fesyen yang lebih berkelanjutan dibandingkan produk konvensional.
Dalam proses pengembangan usaha, mahasiswa menjalankan berbagai tahapan mulai dari riset pasar, penyusunan konsep desain, eksplorasi material, produksi, pembangunan identitas merek, hingga penyusunan strategi pemasaran.
Material utama yang digunakan berasal dari serat alam yang dipadukan dengan pewarna alami. Kombinasi tersebut menghasilkan karakter visual yang unik pada setiap produk. Di sisi lain, konsep keberlanjutan diterapkan melalui pemilihan material yang lebih ramah lingkungan serta proses produksi yang memperhatikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan.
“Konsep keberlanjutan juga diterapkan melalui pemanfaatan material yang lebih ramah lingkungan dan proses produksi yang memperhatikan aspek sosial, budaya, serta lingkungan,” demikian keterangan dalam program tersebut.
Melalui pelaksanaan MBKM Kewirausahaan, ketiga mahasiswa memperoleh pengalaman komprehensif, baik sebagai peserta magang di industri maupun sebagai pelaku usaha. Pengalaman tersebut dinilai mampu meningkatkan kompetensi di bidang desain mode dan produksi tekstil sekaligus mengasah kemampuan kewirausahaan, seperti manajemen usaha, komunikasi pemasaran, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan.
Program ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha kreatif yang inovatif dan berkelanjutan. Kehadiran LOKAE juga menunjukkan bagaimana pembelajaran di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata melalui pengembangan produk kreatif yang memadukan inovasi, nilai budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.





