Surakarta, Krajan.id – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar ruang kelas, tetapi juga membuka jalan untuk mengembangkan karier sesuai minat dan kompetensi yang dimiliki.
Peluang tersebut berhasil dimanfaatkan oleh Raissa Ulimaz, mahasiswa aktif Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD UNS) yang menembus industri fashion styling profesional melalui program Magang MBKM. Raissa menjadi mahasiswa pertama di FSRD UNS yang menjalani magang MBKM di bidang styling dengan bergabung sebagai asisten stylist profesional, Try Sutrisno.
Melalui program tersebut, Raissa memperoleh pengalaman langsung di industri kreatif sekaligus terlibat dalam berbagai proyek fashion dan hiburan bersama para profesional dari beragam bidang.
Selama menjalani magang, Raissa mendapat pendampingan langsung dari Try Sutrisno dalam berbagai proses kerja styling, baik untuk kebutuhan editorial maupun komersial. Pengalaman tersebut membawanya berkolaborasi dengan sejumlah pelaku industri kreatif, mulai dari fotografer, videografer, desainer, make up artist, hair stylist, hingga tim produksi profesional dan figur publik.
Keterlibatan Raissa dalam dunia profesional tidak berhenti pada proses pembelajaran. Selama mengikuti program MBKM, ia turut berkontribusi dalam sejumlah proyek editorial untuk berbagai majalah ternama, seperti DAMAN Magazine, Prestige Indonesia, dan PEARS Magazine.
Melalui proyek-proyek tersebut, Raissa berkesempatan memahami secara langsung proses kreatif di balik produksi editorial fashion. Ia terlibat dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari penyusunan konsep hingga pelaksanaan visualisasi di lapangan.
Selain proyek editorial, Raissa juga dipercaya untuk terlibat dalam sejumlah proyek komersial bersama berbagai brand, di antaranya Callie Homme, ATS, DanceInSaga, Kanky, dan Purana. Ia juga menjadi bagian dari proses produksi pemotretan untuk Face Icon JF3 Campaign, yang menambah pengalaman profesionalnya di industri fashion.
Pengalaman lain yang menjadi sorotan adalah keterlibatan Raissa dalam tim styling MARBLES, girl group pendatang baru Indonesia. Kesempatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai kebutuhan styling dalam industri hiburan yang dinamis, cepat berubah, dan mengandalkan kerja kolaboratif lintas profesi.
Bagi Raissa, pengalaman magang tersebut menjadi salah satu momen paling berharga dalam perjalanan akademik dan profesionalnya.
“Bagi saya, pengalaman magang ini merupakan salah satu pengalaman yang paling berkesan. Dunia fashion styling sudah menjadi bidang yang saya minati sejak lama dan saya impikan, sehingga kesempatan untuk dapat belajar langsung dan terlibat dalam berbagai proyek bersama para profesional industri merupakan sesuatu yang sangat berarti,” ujar Raissa.
Keberhasilan Raissa menembus industri styling profesional menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk mengembangkan kompetensi sesuai minat yang ingin ditekuni. Program MBKM menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri secara nyata.
Sebagai pelopor program MBKM bidang styling di FSRD UNS, capaian Raissa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengeksplorasi peluang karier di industri kreatif. Pengalaman belajar di luar kampus dinilai mampu memperkaya wawasan, memperluas jejaring profesional, sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga kesempatan untuk membangun portofolio profesional sejak masih berada di bangku kuliah. Kisah Raissa menjadi contoh bagaimana program MBKM dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia industri dan mengembangkan potensi yang dimiliki.





