Kebon Ratu, Krajan.id – Penguatan identitas produk menjadi salah satu langkah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) untuk membantu mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten.
Langkah tersebut diwujudkan melalui rebranding logo dan penyerahan stempel logo kepada UMKM Susu Kedelai Wong Kebon pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan mahasiswa KKM 27 selama berada di Desa Kebon Ratu.
Kegiatan tersebut didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Diah Ayu Pratiwi, S.IP., M.Si. Pendampingan dilakukan untuk memastikan program kerja mahasiswa tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat setempat.
Susu Kedelai Wong Kebon merupakan salah satu usaha masyarakat Desa Kebon Ratu yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Produk tersebut menawarkan sejumlah pilihan rasa, di antaranya original, pandan, dan sereh.

Keberagaman varian menjadi salah satu potensi produk untuk menjangkau konsumen dengan selera yang berbeda. Namun, pengembangan produk tidak hanya berkaitan dengan varian dan kualitas, tetapi juga bagaimana produk memiliki identitas yang mudah dikenali oleh konsumen.
Atas dasar itu, mahasiswa KKM 27 membantu memperbarui identitas visual Susu Kedelai Wong Kebon melalui rebranding logo. Selain logo baru, mahasiswa juga menyerahkan stempel logo yang dapat digunakan pada kemasan maupun kebutuhan promosi.
Penguatan identitas tersebut diharapkan membuat tampilan produk lebih konsisten sekaligus membantu konsumen mengenali Susu Kedelai Wong Kebon. Bagi UMKM, identitas visual yang seragam juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun citra produk ketika pemasaran mulai diperluas.
Ketua KKM 27, Tb. Muh Rafi Adz Dzikra, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa untuk membantu UMKM lokal meningkatkan daya saing.
“Kami berharap rebranding logo dan pemberian stempel ini dapat membantu Susu Kedelai Wong Kebon memiliki identitas yang lebih kuat dan mudah dikenali. Dengan kemasan dan branding yang lebih baik, kami berharap produk ini dapat semakin dikenal dan berkembang di luar lingkungan Desa Kebon Ratu,” ujarnya.
Pendampingan Diah Ayu Pratiwi turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Kehadiran DPL menjadi bagian dari proses pendampingan mahasiswa agar program KKM dapat diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan potensi usaha yang tersedia di desa.
Program tersebut juga memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM lokal tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar pada produk. Penguatan identitas, kemasan, dan kebutuhan promosi dapat menjadi bagian dari langkah awal untuk membantu produk memiliki posisi yang lebih jelas di tengah persaingan pasar.
Mahasiswa KKM 27 UNIBA berharap pembaruan identitas Susu Kedelai Wong Kebon dapat mendukung peningkatan kualitas pemasaran dan memperluas jangkauan konsumennya. Dengan identitas produk yang lebih kuat, usaha tersebut diharapkan mampu berkembang sekaligus memberikan kontribusi terhadap potensi ekonomi Desa Kebon Ratu.
Penyerahan stempel dan rebranding logo itu menjadi bagian dari kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM dalam mendorong pengembangan usaha masyarakat. Program tersebut sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi melalui kegiatan KKM dalam memberikan pendampingan yang berorientasi pada kebutuhan nyata pelaku usaha di tingkat desa.





