Siraman Rohani di SD 040472 Beganding Jadi Ruang Belajar Toleransi bagi Siswa

Beganding, Krajan.id – Pendidikan keagamaan di SD 040472 Beganding tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap ajaran agama, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Hal itu tercermin dalam kegiatan siraman rohani yang dilaksanakan secara rutin setiap Kamis dengan pendampingan mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 17 UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menyesuaikan pembinaan berdasarkan agama yang dianut para siswa. Siswa beragama Islam mengikuti kegiatan bersama siswa Muslim, sedangkan siswa Kristen dan Katolik mengikuti pembinaan sesuai agama masing-masing.

Bacaan Lainnya

Pola tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan ruang bagi setiap siswa untuk memperoleh pembinaan keagamaan sesuai keyakinannya. Di saat yang sama, keberagaman yang terdapat di lingkungan sekolah menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar hidup berdampingan dan menghormati perbedaan.

Siraman rohani berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kebersamaan. Materi serta interaksi dalam kegiatan diarahkan pada pembentukan karakter dan perilaku positif siswa sejak usia dini.

Pendampingan mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 17 turut memberi warna dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Mahasiswa mendampingi siswa yang beragama Islam sekaligus berinteraksi secara langsung selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bentuk keterlibatan dalam program pengabdian kepada masyarakat. Interaksi dengan siswa juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung dinamika kehidupan sosial dan pendidikan di Desa Beganding, termasuk keberagaman agama yang ada di dalamnya.

Dalam konteks pendidikan dasar, pembentukan karakter tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan keagamaan. Siswa juga perlu dibiasakan untuk memahami bahwa perbedaan keyakinan merupakan bagian dari kehidupan bersama. Nilai tersebut menjadi salah satu hal yang terlihat dalam pelaksanaan siraman rohani di SD 040472 Beganding.

“Keberagaman bukan menjadi penghalang untuk hidup berdampingan. Justru dari perbedaan, anak-anak dapat belajar tentang toleransi, saling menghargai, dan pentingnya menjaga kerukunan,” demikian nilai yang tercermin dalam pelaksanaan kegiatan pada tanggal (30/7/2026) tersebut.

Kegiatan yang berlangsung rutin setiap Kamis itu menjadi bagian dari pembinaan siswa di lingkungan sekolah. Selain memperkuat nilai keagamaan, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun sikap dan perilaku yang mendukung kehidupan sosial yang harmonis.

Bagi KPM Mandiri Kelompok 17, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengabdian sekaligus pembelajaran. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan siswa dan memahami lebih dekat bagaimana nilai keagamaan, pendidikan karakter, serta keberagaman diterapkan dalam kehidupan sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, toleransi ditempatkan bukan sekadar sebagai konsep, tetapi sebagai nilai yang dikenalkan kepada siswa melalui kehidupan sehari-hari. Pembinaan berdasarkan agama masing-masing berjalan beriringan dengan upaya membangun sikap saling menghormati di antara siswa.

Keterlibatan mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 17 diharapkan turut mendukung proses pembinaan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari kegiatan pendidikan yang mempertemukan penguatan nilai keagamaan dengan pembelajaran tentang keberagaman dan kerukunan di lingkungan sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *