Dibal, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 41 mengenalkan pengolahan jahe emprit menjadi serbuk jahe instan kepada ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM di Dibal. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkenalkan cara mengolah komoditas lokal menjadi produk yang lebih praktis.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Jahe melalui Inovasi Produk Jahe Instan” itu berlangsung pada Jumat (7/8/2026) di rumah Sri Budi, salah satu anggota PKK.
Berbeda dari sekadar memperkenalkan produk, kegiatan tersebut juga memberikan gambaran mengenai proses pengolahan jahe hingga menjadi serbuk instan yang siap diseduh. Peserta mendapat penjelasan mengenai bahan baku, proses pembuatan, penyajian, hingga penyimpanan produk.
Sebelum sosialisasi digelar, mahasiswa KKN UNS Kelompok 41 terlebih dahulu melakukan proses produksi selama enam hari. Sebanyak 14 kilogram jahe digunakan sebagai bahan dalam pembuatan serbuk jahe instan tersebut.
Produk yang dihasilkan kemudian dikemas dalam sachet dengan berat 40 gram per kemasan. Kemasan itu dibagikan kepada peserta agar mereka dapat mencoba langsung produk yang diperkenalkan.
Materi sosialisasi disampaikan Alfiyah Nurtiyas Ningrum, salah satu anggota KKN UNS Kelompok 41. Ia menjelaskan tahapan pembuatan serbuk jahe instan, cara penyeduhan, alasan penggunaan jahe emprit, potensi pengembangan produk, serta masa dan cara penyimpanannya.

Pemilihan jahe emprit menjadi salah satu bagian yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa KKN melihat komoditas tersebut dapat diolah lebih lanjut sehingga tidak hanya digunakan dalam bentuk bahan mentah.
Pengolahan menjadi serbuk instan juga diperkenalkan sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk. Bentuk tersebut memungkinkan jahe disajikan dengan cara yang lebih praktis karena konsumen cukup menyeduhnya sebelum dikonsumsi.
Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan kesempatan mencicipi wedang jahe yang diproduksi oleh Tim KKN UNS Kelompok 41. Penyajian ini menjadi bagian dari pengenalan produk secara langsung kepada masyarakat.
Respons peserta tidak hanya terlihat saat kegiatan berlangsung. Beberapa hari setelah sosialisasi, salah satu peserta memberikan tanggapan setelah kembali mencoba serbuk jahe instan yang telah dibagikan.
“Ya Allah, pinter banget bikinan sendiri. Aroma pedas, cocok untuk hawa semriwing dingin, jadi enak,” ujar salah satu peserta.
Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa produk yang diperkenalkan mahasiswa dapat diterima oleh peserta setelah mereka mencoba secara langsung. Namun, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada respons terhadap produk, melainkan juga pada pengetahuan mengenai proses pengolahan jahe.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNS Kelompok 41 berharap masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pengolahan komoditas lokal. Inovasi jahe dalam bentuk serbuk instan diperkenalkan sebagai salah satu alternatif produk olahan yang praktis.
Program kerja itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNS Kelompok 41 di Dibal. Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan Dr. techn. Ir. Sholihin As’ad, M.T., IPU.

Program dilaksanakan oleh Zurafirdha Prahatsari, Alfiyah Nurtiyas Ningrum, Yani Mulyani, Thalita Kusuma S., Ranto, Jasmine Sausan A., Miftahul Farida, Valerie Crystal M.W.P., Razaan Putra N., Zaqia Zalsa Adriqna, Argya Rahma Paramita, dan Fitria Ayu Puspita.
Pengolahan jahe menjadi serbuk instan menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk memperkenalkan pemanfaatan komoditas lokal dari sisi pengolahan. Melalui sosialisasi dan praktik pengenalan produk, masyarakat tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memperoleh informasi mengenai tahapan produksi dan penyajiannya.





