Seloromo, Krajan.id – Desa Seloromo di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, menyimpan potensi alam dan budaya yang melimpah. Lanskap perbukitan yang asri, hamparan sawah hijau, serta keragaman kerajinan lokal menjadi daya tarik tersendiri. Namun, potensi tersebut selama ini belum tersampaikan secara optimal kepada publik akibat keterbatasan media informasi yang memadai.
Kondisi itu berdampak pada rendahnya akses informasi bagi wisatawan maupun pihak luar yang ingin mengenal lebih jauh potensi desa. Akibatnya, sejumlah peluang pengembangan ekonomi lokal belum tergarap maksimal.
Melihat persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 47 menginisiasi program bertajuk “Optimalisasi Media Informasi Publik melalui Pemasangan Peta Digital dan Potensi Desa di Titik Strategis.” Program ini dilaksanakan pada Januari hingga Februari 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong modernisasi tata kelola informasi desa.
Berangkat dari Kebutuhan Lapangan
Inisiatif ini berawal dari temuan mahasiswa saat melakukan observasi awal di lokasi KKN. Mereka mendapati bahwa pengunjung kerap kesulitan menemukan fasilitas publik maupun lokasi potensi ekonomi desa karena tidak tersedia panduan visual yang jelas.
Ketiadaan sistem informasi yang terstruktur dinilai menjadi hambatan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Padahal, keterbukaan informasi merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan desa yang inklusif.
“Tanpa peta yang jelas, akses terhadap potensi desa menjadi terbatas, terutama bagi pendatang,” demikian salah satu temuan tim KKN dalam proses observasi lapangan.
Proses Berbasis Data
Penyusunan peta digital dilakukan melalui serangkaian tahapan yang cukup intensif. Mahasiswa melakukan survei lapangan untuk memetakan titik koordinat fasilitas umum, mengumpulkan data demografi, serta memverifikasi informasi bersama perangkat desa.
Pendekatan berbasis data ini dilakukan guna memastikan keakuratan informasi yang disajikan. Validasi berulang menjadi bagian penting agar peta yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Secara konsep, peta digital yang dikembangkan menggabungkan teknologi desain grafis modern dengan kebutuhan praktis di lapangan. Hasilnya kemudian diwujudkan dalam bentuk papan informasi fisik yang tahan terhadap kondisi cuaca.
Papan tersebut memuat informasi komprehensif, mulai dari batas wilayah desa, lokasi kantor desa, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga titik-titik potensi ekonomi masyarakat.

Respons Positif Warga
Pemasangan papan informasi dilakukan di sejumlah titik strategis, salah satunya di depan Masjid Lailatul Qolil yang menjadi pusat aktivitas warga. Lokasi ini dipilih karena memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, sehingga informasi dapat diakses secara luas.
Kepala Desa Seloromo, Mono, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai keberadaan peta digital sangat membantu, terutama bagi tamu yang baru pertama kali berkunjung ke desa.
“Peta ini memudahkan tamu mengenali wilayah desa tanpa harus bertanya berulang kali kepada warga,” ujarnya.
Selain mempermudah navigasi, kehadiran papan informasi juga mulai mendorong perubahan pola pikir masyarakat. Sejumlah pemuda desa disebut mulai tertarik mengembangkan sistem informasi serupa ke platform digital seperti website desa dan media sosial.
Tantangan dan Harapan
Dalam pelaksanaannya, program ini tidak lepas dari sejumlah kendala, seperti kondisi cuaca yang kurang mendukung serta keterbatasan data administratif. Meski demikian, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat memungkinkan seluruh rangkaian kegiatan selesai tepat waktu.
Semangat gotong royong menjadi faktor kunci keberhasilan program tersebut. Keterlibatan aktif warga dalam proses pemasangan hingga penyempurnaan data menunjukkan adanya kesadaran kolektif terhadap pentingnya akses informasi.
Program ini menjadi contoh bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak nyata jika dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Kehadiran peta digital desa tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga sebagai sarana promosi potensi lokal.
Ke depan, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Seloromo untuk terus mengembangkan sistem informasi yang lebih terintegrasi. Dengan dukungan teknologi, desa berpeluang memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan daya saing di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





