Peresmian Rocket Stove KKM 27 UNIBA, Wujudkan Inovasi Teknologi Tepat Guna di Desa Kebon Ratu

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) bersama masyarakat Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, meresmikan Rocket Stove sebagai salah satu inovasi teknologi tepat guna. (Dok. Pribadi/KKM 27 UNIBA)
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) bersama masyarakat Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, meresmikan Rocket Stove sebagai salah satu inovasi teknologi tepat guna. (Dok. Pribadi/KKM 27 UNIBA)

Serang, Krajan.id – Program teknologi tepat guna yang dikembangkan Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) di Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, diarahkan agar dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Rocket Stove yang dilaksanakan KKM 27 UNIBA pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Kebon Ratu.

Bacaan Lainnya

Peresmian dihadiri Kepala Desa Kebon Ratu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua DKM Asy-Syarif, serta mahasiswa KKM 27 UNIBA. Kehadiran sejumlah unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan terhadap program mahasiswa yang diarahkan untuk menghasilkan manfaat praktis bagi masyarakat.

Rocket Stove merupakan teknologi sederhana yang dirancang untuk menghasilkan proses pembakaran secara lebih efektif dan efisien. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan energi dengan mengoptimalkan prinsip pembakaran pada perangkat yang relatif sederhana.

Bagi KKM 27 UNIBA, pengenalan Rocket Stove tidak hanya berkaitan dengan pembangunan atau peresmian perangkat. Mahasiswa juga memperkenalkan cara kerja serta manfaat teknologi tersebut kepada pihak desa dan masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa menerjemahkan kegiatan KKM ke dalam bentuk yang memiliki manfaat langsung. Teknologi yang diperkenalkan diharapkan dapat dipahami dan dimanfaatkan masyarakat sesuai kebutuhan di lingkungan Desa Kebon Ratu.

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyerahkan hasil program Rocket Stove kepada pihak Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang. (Dok. Pribadi/KKM 27 UNIBA)
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyerahkan hasil program Rocket Stove kepada pihak Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang. (Dok. Pribadi/KKM 27 UNIBA)

Kepala Desa Kebon Ratu menyambut kontribusi mahasiswa KKM 27 UNIBA dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna. Dukungan pemerintah desa menjadi salah satu unsur penting agar program yang telah dibuat mahasiswa tidak berhenti ketika kegiatan KKM selesai.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Keberadaan Rocket Stove diharapkan dapat dipertahankan pemanfaatannya sekaligus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DKM Asy-Syarif turut menyambut baik inovasi yang diperkenalkan mahasiswa. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.

Dari sisi pengabdian, peresmian Rocket Stove menunjukkan bahwa program KKM tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama mahasiswa berada di lokasi. Program tersebut juga diarahkan untuk meninggalkan hasil yang dapat dimanfaatkan setelah masa pengabdian berakhir.

Keberlanjutan menjadi tantangan berikutnya. Pemanfaatan Rocket Stove akan lebih berarti apabila teknologi tersebut dapat digunakan secara tepat, dipahami oleh masyarakat, dan dirawat setelah mahasiswa meninggalkan Desa Kebon Ratu.

Melalui program ini, KKM 27 Universitas Bina Bangsa berupaya menghadirkan inovasi yang menghubungkan pengetahuan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat. Peresmian Rocket Stove sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pengabdian berbasis teknologi tepat guna di tingkat desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *