Maron Kidul, Krajan.id – Upaya mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 147 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) di Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyediakan tong sampah terpilah dan memasang papan imbauan di sejumlah titik desa.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah fasilitas kebersihan. Mahasiswa KKN 147 UINSA juga melibatkan pemerintah desa, kepala dusun, dan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Pendekatan tersebut dilakukan agar fasilitas yang disediakan sesuai dengan kebutuhan sekaligus dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama.
Persoalan sampah menjadi salah satu alasan program tersebut dijalankan. Kebiasaan sebagian warga membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran sungai, masih ditemukan di beberapa titik Desa Maron Kidul. Kondisi itu berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan dan mencemari aliran air.
Kepala Desa Maron Kidul menyampaikan persoalan tersebut saat mendampingi mahasiswa KKN 147 UINSA. Menurut dia, persoalan sampah di wilayahnya bukan masalah baru dan membutuhkan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai. Mudah-mudahan dengan adanya KKN ini bisa membuat program yang menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN 147 UINSA berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Maron Kidul dan para kepala dusun untuk menentukan kebutuhan serta lokasi penempatan fasilitas. Sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat melalui kegiatan Saruwe’an atau pengajian rutin yang berlangsung di setiap dusun.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai tujuan program sekaligus pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pelibatan warga sejak awal diharapkan membuat program tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, tong sampah yang digunakan bukan seluruhnya berasal dari pengadaan baru. Mahasiswa memanfaatkan tong bekas milik pemerintah desa yang kemudian diperbaiki dan dipercantik. Pemanfaatan kembali fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan program dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia di desa.
Setiap dusun mendapatkan dua unit tong sampah. Fasilitas tersebut dipisahkan untuk sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.
Selain tong sampah, mahasiswa memasang papan imbauan di sejumlah lokasi. Papan tersebut berfungsi sebagai media edukasi sekaligus pengingat bagi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Pendistribusian tong sampah dan pemasangan papan imbauan dilakukan di seluruh dusun Desa Maron Kidul dengan melibatkan pemerintah desa, kepala dusun, serta masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Maron Kidul karena program dinilai menjawab kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Keterlibatan warga juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima fasilitas, tetapi turut dilibatkan dalam proses penentuan kebutuhan dan lokasi penempatan. Pola tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sehingga fasilitas yang telah disediakan dapat dijaga dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Humas KKN 147 UINSA, Muhammad Adam, mengatakan program tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Maron Kidul.
“Saya selaku perwakilan mahasiswa KKN berharap fasilitas yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan bersama dan menjadi awal perubahan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan”.
Meski demikian, mahasiswa KKN 147 UINSA menyadari penyediaan fasilitas belum mampu menjangkau seluruh titik yang membutuhkan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam memperluas cakupan program.
Karena itu, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada mahasiswa KKN. Dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat diperlukan untuk memastikan tong sampah serta papan imbauan tetap terawat dan digunakan sesuai fungsinya.
Program tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif pengelolaan sampah di Desa Maron Kidul. Dengan pemanfaatan fasilitas desa, pemilahan sampah, serta keterlibatan warga, mahasiswa KKN 147 UINSA mendorong agar persoalan kebersihan tidak hanya ditangani melalui fasilitas, tetapi juga melalui perubahan kebiasaan masyarakat.





