Krajan.id – Di Desa Gilirejo, Kabupaten Sragen, masalah stunting menjadi perhatian serius dengan tercatatnya 14 anak yang mengalami stunting dalam kategori stunted dan severe stunting. Sayangnya, langkah preventif yang selama ini dilakukan, seperti pencatatan dan pemberian vitamin tambahan, belum sepenuhnya optimal.
Kesadaran masyarakat, terutama ibu-ibu, mengenai pencegahan stunting juga masih kurang. Menanggapi kondisi ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) berinisiatif untuk melakukan pendampingan pemberian ASI dan makanan tambahan sebagai langkah nyata pencegahan stunting.
Mahasiswa KKN UNDIP Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, melakukan kegiatan ini dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman para ibu mengenai pentingnya nutrisi bagi anak-anak mereka.
“Kami ingin agar para ibu paham bahwa nutrisi yang cukup, seperti pemberian ASI dan makanan tambahan yang tepat, sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Ini adalah salah satu upaya kami untuk menekan angka stunting di Desa Gilirejo,” ujar Nadya Sukma Wati, salah satu mahasiswa KKN UNDIP.
Kegiatan pendampingan ini dilakukan di posyandu pembantu dengan melibatkan ibu-ibu yang memiliki anak usia balita. Selain memberikan sosialisasi mengenai pentingnya ASI dan makanan tambahan, mahasiswa juga memantau data berat dan tinggi badan anak-anak secara berkala.
Materi yang diberikan kepada para ibu juga disesuaikan dengan potensi bahan pangan yang ada di Desa Gilirejo. Misalnya, mahasiswa memperkenalkan nugget ikan nila sebagai makanan olahan tinggi protein yang mudah diakses oleh masyarakat.
Dengan pendekatan ini, diharapkan kebutuhan gizi anak-anak di Desa Gilirejo dapat tercukupi, sehingga angka stunting di wilayah tersebut bisa ditekan secara maksimal.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.