Mahasiswa KKN Undip Dorong Warga Karangpelem Manfaatkan Pekarangan untuk Tanaman Obat

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) bersama Ibu-Ibu PKK Desa Karangpelem berfoto bersama seusai kegiatan sosialisasi dan pendampingan Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif bagi keluarga. (Doc. Pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) bersama Ibu-Ibu PKK Desa Karangpelem berfoto bersama seusai kegiatan sosialisasi dan pendampingan Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif bagi keluarga. (Doc. Pribadi)

Karangpelem, Krajan.id – Pemanfaatan lahan pekarangan rumah menjadi salah satu potensi yang dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Melalui pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), mahasiswa mendorong warga agar mengoptimalkan ruang di sekitar rumah menjadi lahan produktif sekaligus mendukung kebutuhan keluarga.

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memaparkan pemodelan Green House TOGA sebagai bagian dari program optimalisasi lahan pekarangan di Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Pemodelan tersebut diperkenalkan sebagai konsep pemanfaatan lahan untuk pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) secara berkelanjutan. (Doc. Pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memaparkan pemodelan Green House TOGA sebagai bagian dari program optimalisasi lahan pekarangan di Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Pemodelan tersebut diperkenalkan sebagai konsep pemanfaatan lahan untuk pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) secara berkelanjutan. (Doc. Pribadi)

Program tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Mahasiswa KKN Tim 2 Desa Karangpelem melalui Program Kerja Multidisiplin 2 di Gedung Pertemuan RT 16, Desa Karangpelem, pada 7 Agustus 2026. Kegiatan menyasar warga, khususnya Ibu-Ibu PKK, sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi dan pendampingan mengenai pemanfaatan pekarangan.

Bacaan Lainnya

Program optimalisasi lahan pekarangan itu berangkat dari potensi yang sebelumnya telah diperkenalkan Kepala Desa Karangpelem, Suwarno, melalui pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran. Mahasiswa KKN kemudian mengembangkan gagasan tersebut dengan menambahkan tanaman obat tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif kebutuhan herbal keluarga.

Ketua KKN Kelompok Desa Karangpelem, Muhammad Raihan Zaky, mengatakan pengembangan TOGA juga dikaitkan dengan pendekatan teknik sipil melalui perancangan pemodelan rumah kaca atau green house. Menurut dia, konsep tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami melihat salah satu potensi di Desa Karangpelem ini merupakan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai lahan penggunaan yang dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Raihan saat diwawancarai di sela kegiatan sosialisasi pendampingan.

Melalui program tersebut, mahasiswa memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada Ibu-Ibu PKK mengenai pengembangan tanaman obat keluarga. Selain memperkenalkan manfaat TOGA, kegiatan itu diarahkan agar warga dapat melihat peluang pemanfaatan tanaman tersebut secara lebih produktif.

“Oleh karena itu, melalui program kerja Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), kami membuat sosialisasi pendampingan untuk Ibu–Ibu PKK agar bisa berinovasi tentang Tanaman Obat Keluarga ini. Serta dapat menjadi usaha kecil dalam inovasi Tanaman TOGA ini,” ujar Raihan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai tanaman obat keluarga. Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi sebagai bagian dari pendampingan kepada peserta. Ibu-Ibu PKK yang mengikuti kegiatan terlihat antusias menyimak materi dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Perwakilan Ibu-Ibu PKK, yang diwakili istri sekretaris desa, Ibu Jaka, mengapresiasi program yang digagas mahasiswa KKN Undip. Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi warga mengenai pemanfaatan pekarangan rumah.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik–adik mahasiswa KKN. Dengan adanya program ini bermanfaat bagi Ibu–Ibu PKK Desa Karangpelem untuk Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA),” kata Ibu Jaka.

Ia berharap pengetahuan yang diberikan mahasiswa tidak berhenti setelah program KKN berakhir. Pemanfaatan TOGA, menurut dia, dapat diterapkan secara lebih luas di lingkungan masyarakat.

“Kami berharap dengan penjelasan tentang materi ini apa yang dibawakan dalam Program Kerja ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di setiap RT/RW di Desa Karangpelem ini,” ujarnya.

Pengembangan TOGA melalui pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal berpeluang menjadi ruang produktif bagi keluarga sekaligus membuka kemungkinan pengembangan usaha skala kecil berbasis tanaman obat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *