Yogyakarta, Krajan.id – Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Kelompok Jejak Aksara melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan fokus pada digitalisasi naskah kuno di Perpustakaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Program magang yang berlangsung sejak Maret hingga Juni 2026 itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam upaya preservasi naskah kuno sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya Nusantara. Melalui skema MBKM, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi dalam kerja-kerja kebudayaan berbasis lapangan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa yang memiliki latar belakang keilmuan filologi dilibatkan dalam seluruh tahapan digitalisasi. Proses tersebut dimulai dari identifikasi kondisi fisik naskah, persiapan peralatan pemotretan, pengaturan pencahayaan, hingga pemotretan halaman naskah satu per satu. Hasil dokumentasi kemudian diproses dan disimpan dalam format digital untuk keperluan arsip.
Luaran dari kegiatan ini berupa file PDF digital yang diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap koleksi naskah kuno di Perpustakaan BPK DIY. Upaya ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber-sumber pengetahuan lama yang selama ini terbatas pada akses fisik.
Selain menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa, program ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pelestarian budaya. Keterlibatan mahasiswa dinilai penting dalam mempercepat proses digitalisasi sekaligus memperluas upaya konservasi warisan intelektual bangsa.
Menurut Dian Pujiastuti, selaku ketua tim Hibah MBKM Jejak Aksara, program ini memberikan pengalaman langsung yang tidak diperoleh di ruang kuliah. Ia menekankan bahwa proses digitalisasi tidak hanya soal teknis, tetapi juga pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam naskah.
“Kegiatan digitalisasi naskah memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami proses preservasi warisan budaya. Melalui kegiatan ini, kami menyadari pelestarian naskah tidak hanya fokus pada perawatan fisiknya saja, tetapi juga pada upaya menjaga keberlanjutan informasi agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat serta generasi mendatang,” ujarnya.
Pihak BPK Provinsi DIY memberikan respons positif terhadap keterlibatan mahasiswa dalam program ini. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mempercepat proses digitalisasi koleksi naskah kuno, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya berbasis teknologi.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan. Tujuannya, agar kekayaan intelektual yang tersimpan dalam naskah-naskah kuno tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang dalam bentuk yang lebih mudah diakses.
Selama periode magang berlangsung, tercatat sebanyak 53 naskah kuno berhasil didigitalisasi. Koleksi tersebut memiliki variasi kondisi fisik, bentuk, dan karakteristik isi yang beragam, mencerminkan kekayaan tradisi tulis yang tersimpan di Perpustakaan BPK Provinsi DIY.





