Jeron, Krajan.id – Tim mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) skema Membangun Desa menggelar program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah sekam padi sebagai media tanam jamur tiram di Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Senin (25/5/2026).
Program tersebut mengangkat tema Pemberdayaan Masyarakat Desa Jeron Melalui Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Media Tanam Jamur dengan Fermentasi Menggunakan EM4 dan Sterilisasi Baglog. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
![Penyampaian materi sosialisasi. (Dok. Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS)](https://www.krajan.id/wp-content/uploads/2026/06/Penyampaian-materi-sosialisasi.-Dok.-Tim-Hibah-MBKM-ID-2132-UNS.jpg)
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Jeron. Mereka terdiri atas perangkat desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua PKK Desa Jeron, Fauziyah Nur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menghadirkan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah pertanian.
Ia juga menegaskan bahwa “pentingnya inovasi pengolahan limbah pertanian untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.”
Materi utama yang disampaikan tim MBKM berfokus pada pemanfaatan sekam padi sebagai media tanam alternatif dalam budidaya jamur tiram. Peserta memperoleh penjelasan mengenai karakteristik sekam padi, manfaat proses fermentasi menggunakan EM4, teknik pembuatan baglog, proses sterilisasi media tanam, inokulasi bibit jamur, pemeliharaan di rumah kumbung, hingga tahapan panen.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya jamur, tetapi juga memahami bahwa limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan memiliki potensi menjadi media tanam produktif dengan nilai ekonomi.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi. Berbagai pertanyaan muncul mengenai proses fermentasi, teknik budidaya, hingga peluang pengembangan usaha. Sejumlah peserta bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mulai mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai alternatif sumber pendapatan keluarga dengan memanfaatkan limbah sekam padi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain membahas aspek teknis budidaya, tim mahasiswa juga memberikan pembekalan mengenai pengembangan usaha. Materi yang disampaikan meliputi analisis peluang bisnis budidaya jamur tiram, strategi pengemasan produk, pengelolaan usaha sederhana, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran.
Peserta diperkenalkan pada penggunaan berbagai platform digital, seperti Instagram, WhatsApp Business, TikTok Shop, serta berbagai platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pemasaran produk hasil budidaya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk masyarakat sekaligus memperluas akses pasar.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim MBKM menyerahkan sejumlah peralatan pendukung kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa alat press, kompor, drum sterilisasi, dan timbangan. Selain itu, peserta juga menerima brosur yang berisi panduan pembuatan media tanam serta tahapan budidaya jamur tiram.
Pendampingan tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi. Tim mahasiswa juga merencanakan kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memantau implementasi program sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan budidaya jamur tiram di Desa Jeron.
![Demonstrasi pembuatan baglog berbasis sekam padi. (Dok. Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS)](https://www.krajan.id/wp-content/uploads/2026/06/Demonstrasi-pembuatan-baglog-berbasis-sekam-padi.-Dok.-Tim-Hibah-MBKM-ID-2132-UNS.webp)
Dalam pelaksanaan program tersebut, tim berhasil menghasilkan lima variasi media tanam jamur tiram berbasis limbah sekam padi yang kemudian diuji karakteristik kimianya.
Hasil pengujian menunjukkan seluruh variasi media memiliki nilai pH sebesar 7 atau berada pada kondisi netral. Sementara itu, rasio karbon dan nitrogen (C/N) berada pada kisaran 15,69–25,34, dengan kandungan nitrogen total sebesar 1,7–2,2 persen serta karbon organik mencapai 31,50–44,59 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa media tanam berbahan dasar sekam padi memiliki karakteristik kimia yang mendukung pertumbuhan jamur tiram. Hasil ini sekaligus memperlihatkan potensi limbah sekam padi sebagai alternatif media budidaya yang lebih bernilai dibandingkan jika hanya menjadi limbah pertanian.
![Penyerahan alat kepada perangkat Desa Jeron. (Dok. Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS)](https://www.krajan.id/wp-content/uploads/2026/06/Penyerahan-alat-kepada-perangkat-Desa-Jeron.-Dok.-Tim-Hibah-MBKM-ID-2132-UNS.jpg)
Program MBKM Membangun Desa ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian di Desa Jeron. Melalui inovasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha budidaya jamur tiram yang berkelanjutan, meningkatkan nilai ekonomi limbah sekam padi, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.





