Pelatihan Warehouse Management Bekali Peserta PT Badak LNG Menyusun Layout Gudang yang Lebih Efisien

Rolan Mart Sasongko, S.E., M.M., CISDV. memberikan materi Warehouse Management kepada peserta dari PT Badak LNG dalam pelatihan offline di Jambuluwuk Hotel Malioboro Yogyakarta pada 20–22 Januari 2026.
Rolan Mart Sasongko, S.E., M.M., CISDV. memberikan materi Warehouse Management kepada peserta dari PT Badak LNG dalam pelatihan offline di Jambuluwuk Hotel Malioboro Yogyakarta pada 20–22 Januari 2026.

Yogyakarta, Krajan.id – Perencanaan tata letak atau layout gudang menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan sistem penyimpanan material yang efisien dan mendukung kelancaran operasional perusahaan. Pemahaman tersebut menjadi fokus dalam Pelatihan Warehouse Management yang diikuti peserta dari PT Badak LNG pada 20–22 Januari 2026 di Jambuluwuk Hotel Malioboro, Yogyakarta.

Pelatihan yang berlangsung secara luring tersebut menghadirkan Rolan Mart Sasongko, S.E., M.M., CISDV., dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti empat peserta yang berasal dari unit Procurement, Warehouse, dan Bengkel PT Badak LNG.

Bacaan Lainnya

Peserta dari latar belakang unit kerja yang berbeda membuat materi pelatihan disusun agar mampu menjawab kebutuhan pengelolaan gudang secara menyeluruh. Pembahasan tidak hanya menitikberatkan pada proses penyimpanan barang, tetapi juga mencakup perencanaan kebutuhan material, pengaturan ruang penyimpanan, hingga dukungan terhadap aktivitas teknis di lapangan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak memahami bahwa gudang memiliki fungsi strategis sebagai bagian dari rantai operasional perusahaan. Karena itu, penyusunan layout gudang harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari alur pergerakan barang, kemudahan akses, kapasitas penyimpanan, sistem pelacakan material, hingga efisiensi mobilitas pekerja dan peralatan.

Selain membahas optimalisasi ruang penyimpanan yang telah tersedia, materi juga mengulas langkah awal dalam merancang pembangunan gudang baru. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengidentifikasi kebutuhan operasional sejak tahap perencanaan, menentukan zona penyimpanan sesuai karakteristik material, menghitung kapasitas ruang, serta menyusun tata letak yang mampu mendukung aktivitas operasional dalam jangka panjang.

Rangkaian pelatihan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta mengenai Warehouse Management. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan pembahasan studi kasus yang disesuaikan dengan kondisi pengelolaan gudang di lingkungan industri. Sebagai evaluasi hasil pembelajaran, kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test.

Narasumber pelatihan, Rolan Mart Sasongko, menegaskan bahwa perencanaan gudang merupakan faktor penting yang berpengaruh langsung terhadap efektivitas operasional perusahaan.

“Melalui pelatihan ini, peserta diajak melihat gudang bukan hanya sebagai tempat penyimpanan, tetapi sebagai ruang kerja strategis yang harus dirancang sejak awal agar alur barang lebih tertata, kapasitas ruang lebih optimal, dan aktivitas operasional lebih efisien,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan gudang yang efektif memerlukan pemahaman menyeluruh terhadap hubungan antara kebutuhan pengguna, karakteristik barang, frekuensi pergerakan material, serta kondisi ruang yang tersedia. Oleh sebab itu, materi pelatihan tidak hanya berisi konsep teoritis, tetapi juga dilengkapi pembahasan berbagai kasus yang dekat dengan aktivitas peserta sehari-hari.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu peserta memahami tantangan nyata dalam pengelolaan gudang sekaligus menemukan solusi yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga dapat mendukung perbaikan proses kerja secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip Warehouse Management secara lebih terukur di lingkungan kerja. Pemahaman mengenai perencanaan layout gudang, optimalisasi pemanfaatan ruang, hingga konsep pengembangan gudang baru diharapkan dapat mendukung pengelolaan material yang lebih tertata, mudah diakses, serta selaras dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Pelatihan ini sekaligus menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang manajemen gudang. Dengan perencanaan yang matang dan tata letak yang tepat, gudang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga menjadi elemen strategis yang berkontribusi terhadap efisiensi proses bisnis dan kelancaran operasional perusahaan secara keseluruhan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *