Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Dosen Universitas Pamulang Kenalkan Strategi 3M kepada Siswa SDN Kadusirung 2

Sesi foto tim PKM bersama peserta dan wali kelas. (doc. Tim PKM 2026 )
Sesi foto tim PKM bersama peserta dan wali kelas. (doc. Tim PKM 2026 )

Kadusirung, Krajan.id – Upaya membangun literasi keuangan sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang menggelar kegiatan bertajuk “Upaya Pembentukan Kebiasaan Finansial Cerdas Sejak Dini Melalui Penerapan Strategi 3M (Membagi, Mengelola, dan Menabung) pada Siswa Sekolah Dasar” di SDN Kadusirung 2, Kabupaten Serang, Banten.

Kegiatan yang berlangsung pada (13/5/2026) tersebut diikuti 50 siswa kelas IV dan V. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian edukasi yang dirancang untuk mengenalkan pentingnya mengelola uang secara bijak sejak usia sekolah dasar.

Bacaan Lainnya

Acara diawali dengan sambutan Kepala SDN Kadusirung 2 yang menyampaikan apresiasi kepada tim PKM Universitas Pamulang atas terselenggaranya program edukasi tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus menambah wawasan siswa mengenai pengelolaan keuangan.

Sambutan dari Kepala Sekolah SD Negeri kadusirung 2 pada pembukaan kegiatan PKM . (doc. Tim PKM 2026)
Sambutan dari Kepala Sekolah SD Negeri kadusirung 2 pada pembukaan kegiatan PKM . (doc. Tim PKM 2026)

Kepala SDN Kadusirung 2 mengatakan, sekolahnya terbuka terhadap berbagai program edukatif yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.

“SD Negeri Kadusirung 2 terbuka jika ada kegiatan seperti ini lagi, jadi ada variasi anak-anak semangat. Ada yang berbeda terhadap suasananya, tidak hanya bertemu dengan guru-guru,” ujarnya.

Pada sesi utama, tim PKM memperkenalkan Strategi 3M, yakni Membagi, Mengelola, dan Menabung. Materi disampaikan secara interaktif dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Melalui konsep tersebut, siswa diajak memahami bahwa uang saku yang mereka miliki tidak harus dihabiskan sekaligus, melainkan dapat dibagi berdasarkan tujuan penggunaannya. Konsep pertama, yakni membagi, mengajarkan anak untuk memisahkan uang sesuai kebutuhan. Selanjutnya, konsep mengelola menekankan pentingnya menggunakan uang secara bijak dan bertanggung jawab. Sementara itu, konsep menabung mengajarkan siswa menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan di masa mendatang.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan praktik edukatif secara langsung. Sejumlah siswa diminta maju ke depan untuk mengelompokkan berbagai contoh penggunaan uang ke dalam kategori kebutuhan, berbagi, maupun tabungan.

Melalui praktik tersebut, siswa belajar menentukan prioritas dalam menggunakan uang. Mereka juga diperkenalkan pada nilai kepedulian sosial melalui kebiasaan berbagi kepada sesama serta pentingnya menyisihkan sebagian uang untuk tabungan masa depan.

Suasana semakin meriah saat memasuki sesi permainan edukatif dan kuis interaktif. Para siswa terlihat bersemangat menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan pemateri. Sebagai bentuk apresiasi, tim PKM memberikan hadiah kepada siswa yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar.

Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan tingginya minat siswa terhadap pembelajaran mengenai pengelolaan keuangan. Metode yang dikemas melalui diskusi, praktik langsung, permainan, dan tanya jawab membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus menyenangkan bagi peserta.

Sebagai tindak lanjut dari materi yang telah diberikan, seluruh siswa memperoleh celengan untuk dibawa pulang. Pemberian media sederhana tersebut diharapkan dapat membantu peserta mulai membiasakan diri menabung dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya celengan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori mengenai pengelolaan uang, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten di rumah. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian uang saku dinilai menjadi langkah awal untuk membangun perilaku keuangan yang sehat.

Pembagian Celengan Kepada Siswa Siswi Kelas Iv dan V SD Negeri kadusirung 2. (doc. Tim PKM 2026 )
Pembagian Celengan Kepada Siswa Siswi Kelas Iv dan V SD Negeri kadusirung 2. (doc. Tim PKM 2026 )

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai literasi keuangan, tetapi juga belajar membangun karakter disiplin, hemat, peduli terhadap sesama, serta bertanggung jawab dalam mengambil keputusan.

Penanaman kebiasaan finansial yang baik sejak usia sekolah dasar diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak pada masa depan. Dengan demikian, pendidikan mengenai pengelolaan keuangan tidak hanya berorientasi pada kemampuan mengatur uang, tetapi juga membentuk karakter positif yang akan berguna sepanjang hayat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *