Mahasiswa UNPAM Edukasi Pentingnya Menabung Sejak Dini untuk Membentuk Karakter Hemat dan Disiplin

Peserta aktif bertanya mengenai materi yang disampaikan, berebut menjawab pertanyaan saat kuis, dan tidak ragu untuk membagikan pengalaman mereka mengenai uang saku. (doc. Tim PKM 2026)
Peserta aktif bertanya mengenai materi yang disampaikan, berebut menjawab pertanyaan saat kuis, dan tidak ragu untuk membagikan pengalaman mereka mengenai uang saku. (doc. Tim PKM 2026)

Kadusirung, Krajan.id – Di tengah perkembangan era digital yang membuat anak-anak semakin mudah terpapar berbagai bentuk konsumsi, pendidikan mengenai pengelolaan keuangan sejak usia dini dinilai menjadi hal yang penting. Kebiasaan sederhana seperti menabung sejak dini menjadi salah satu cara untuk menanamkan karakter hemat dan disiplin pada anak.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pembentukan Karakter Hemat dan Disiplin Melalui Kebiasaan Menabung pada Siswa Sekolah Dasar” di SD Negeri Kadusirung 02, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada (13/5/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diikuti 47 siswa kelas IV dan VI itu tidak hanya bertujuan memperkenalkan pentingnya menabung, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang dapat menjadi bekal bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah serta ketua pelaksana PKM. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai dapat mendukung pendidikan karakter peserta didik.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mendukung pendidikan karakter siswa serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya kebiasaan menabung sejak usia dini,” demikian apresiasi yang disampaikan pihak sekolah dalam kegiatan tersebut.

Materi yang diberikan tidak hanya berupa pemaparan di dalam kelas, tetapi juga dikemas secara interaktif agar lebih mudah dipahami anak-anak. Para siswa diajak berdiskusi mengenai kebiasaan menggunakan uang saku, manfaat menabung, serta pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Sesi pemaparan materi. (doc. Tim PKM 2026)
Sesi pemaparan materi. (doc. Tim PKM 2026)

Pendekatan tersebut membuat suasana belajar berlangsung lebih hidup. Para siswa terlihat aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai cara mereka menggunakan uang saku sehari-hari. Mereka juga antusias mengikuti kuis yang disiapkan oleh mahasiswa.

Melalui diskusi yang berlangsung, para peserta mulai memahami bahwa sebagian uang yang dimiliki dapat disisihkan untuk kebutuhan yang lebih penting pada masa mendatang. Respons tersebut menunjukkan bahwa edukasi literasi keuangan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak apabila disampaikan dengan metode yang sesuai dengan usia mereka.

Selain mengajarkan cara menyimpan uang, mahasiswa UNPAM juga menekankan bahwa kebiasaan menabung memiliki nilai pendidikan karakter yang lebih luas. Ketika anak terbiasa menyisihkan sebagian uang sakunya, mereka belajar mengendalikan keinginan, menentukan prioritas, serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter hemat dan disiplin sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga menekankan pentingnya peran sekolah, keluarga, dan pembiasaan sehari-hari dalam membangun budaya menabung. Sekolah dipandang sebagai ruang pembiasaan yang efektif melalui berbagai kegiatan sederhana, sedangkan keluarga berperan sebagai teladan bagi anak dalam mengelola keuangan.

Konsistensi juga menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan tersebut. Menyisihkan uang dalam jumlah kecil secara rutin dinilai dapat melatih kesabaran dan kedisiplinan anak dalam mencapai tujuan yang lebih besar.

Mahasiswa Program Studi Akuntansi UNPAM menilai bahwa sikap hemat tidak berarti membatasi anak untuk menikmati masa kecilnya. Sebaliknya, kebiasaan tersebut bertujuan mengajarkan anak menggunakan sumber daya yang dimiliki secara bijaksana serta belajar memilih antara kebutuhan saat ini dan tujuan yang lebih penting pada masa mendatang.

Upaya meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini juga menjadi bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih perlu terus ditingkatkan sehingga pendidikan mengenai pengelolaan keuangan perlu dikenalkan sejak usia sekolah.

Antusias para siswa menyimak materi. (doc. Tim PKM 2026)
Antusias para siswa menyimak materi. (doc. Tim PKM 2026)

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang berharap budaya menabung dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para siswa.

“Budaya menabung diharapkan dapat terus ditanamkan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi kunci penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter hemat, disiplin, serta mampu mengelola keuangan dengan bijak,” sebagaimana disampaikan dalam pelaksanaan kegiatan PKM tersebut.

Melalui kolaborasi tersebut, upaya meningkatkan literasi keuangan sejak dini diharapkan dapat melahirkan generasi yang lebih mandiri dan siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PMkM) yang diselenggarakan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang di bawah bimbingan Dr. Eka Rima Prasetya, M.Pd. Program tersebut dilaksanakan berdasarkan pengalaman nyata mahasiswa saat melakukan kegiatan di SD Negeri Kadusirung 02, Kabupaten Tangerang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *