Gunungkidul, Krajan.id – Upaya memperkuat daya saing desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Pengelolaan usaha, kemampuan membangun identitas, hingga strategi memasarkan produk menjadi faktor penting agar potensi tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Atas dasar itu, Tim Manajemen Mengabdi Program Studi Manajemen UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyasar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Lobster, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (20/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat desa wisata melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada aspek kewirausahaan dan branding. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu pelaku wisata dan UMKM mengoptimalkan potensi lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih kuat.
Tim pengabdian dipimpin oleh koordinator Manajemen Mengabdi, Prof. Dr. Arief Subyantoro, M.S., didampingi Rolan Mart Sasongko, S.E., M.M., CISDV., bersama jajaran dosen Program Studi Manajemen UPN “Veteran” Yogyakarta. Mereka terdiri atas Fathi Habibatur Rahman, S.P., M.M., Dr. C. Ambar Pujiharjanto, M.E., Dra. R. Hendri Gusaptono, M.M., dan Dra. AYN Warsiki, M.Si.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi dua kelompok materi. Tim pertama memberikan pembekalan mengenai kewirausahaan dengan narasumber Prof. Dr. Arief Subyantoro, M.S. Sementara itu, tim kedua menyampaikan materi mengenai strategi branding yang dibawakan Surpiko HD, S.E., M.Si.
Materi kewirausahaan difokuskan pada penguatan pola pikir pelaku usaha dalam mengenali peluang bisnis, memanfaatkan potensi lokal, serta mengembangkan usaha yang mampu tumbuh seiring perkembangan kawasan wisata. Adapun materi branding menitikberatkan pada pentingnya membangun identitas produk maupun destinasi wisata, memperkuat komunikasi pemasaran, serta menjaga konsistensi promosi agar lebih mudah dikenal masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan tim dari Kampus Condong Catur UPN “Veteran” Yogyakarta menuju Kampung Lobster. Setibanya di lokasi, agenda dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab bersama peserta yang berasal dari unsur Pokdarwis dan pelaku UMKM Kalurahan Kemadang.
Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan tersebut tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang dialog agar peserta dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha maupun destinasi wisata.
Rolan Mart Sasongko mengatakan, kegiatan pengabdian dirancang untuk menghadirkan pendampingan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sehingga materi yang diberikan dapat diterapkan secara nyata.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membersamai Pokdarwis dan pelaku UMKM Desa Kemadang untuk melihat kembali potensi yang mereka miliki, lalu mengemasnya dengan pendekatan kewirausahaan dan branding yang lebih terarah. Harapannya, produk, layanan, dan destinasi lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Rolan.
Menurut dia, penguatan kapasitas masyarakat menjadi aspek penting dalam pengembangan desa wisata. Potensi alam yang dimiliki suatu daerah perlu didukung kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha, membaca peluang pasar, serta membangun citra produk yang mampu bersaing di tengah perkembangan sektor pariwisata.
Dengan demikian, manfaat ekonomi dari aktivitas wisata tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat terus berkembang melalui usaha masyarakat yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Lurah Kemadang, H. Sutono, A.Md.Kep., S.IP. Ia menilai pendampingan dari kalangan akademisi memberikan bekal yang relevan bagi masyarakat, terutama bagi kelompok sadar wisata dan pelaku UMKM yang menjadi ujung tombak pengembangan potensi lokal.
“Bagi kami, pelatihan ini penting karena masyarakat, terutama Pokdarwis dan UMKM, membutuhkan pendampingan agar potensi wisata dan usaha lokal di Kemadang dapat dikelola lebih baik. Kami berharap ilmu yang diberikan tim UPN ‘Veteran’ Yogyakarta dapat langsung diterapkan oleh peserta,” kata H. Sutono.
Selama sesi diskusi, peserta memanfaatkan kesempatan untuk mengonsultasikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari pengembangan produk, strategi promosi, pengelolaan usaha, hingga upaya meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Forum tersebut juga menjadi sarana bagi tim pengabdian untuk mengidentifikasi kebutuhan pendampingan lanjutan yang dibutuhkan masyarakat.
Selain memperluas wawasan mengenai pengelolaan usaha, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa keberhasilan desa wisata bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut dinilai penting agar potensi lokal tidak berhenti sebagai aset, tetapi berkembang menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui program Manajemen Mengabdi, UPN “Veteran” Yogyakarta berharap kolaborasi dengan Kalurahan Kemadang dapat terus berlanjut. Pendampingan yang berkesinambungan diharapkan mampu memperkuat kapasitas Pokdarwis dan UMKM, sehingga potensi wisata serta produk lokal Kemadang semakin dikenal masyarakat luas dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan warga.





