Secang, Krajan.id – Kemampuan mengelola informasi dan administrasi menjadi salah satu bekal yang diberikan kepada calon pengurus OSIS dan DKA SMA Islam Secang melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10-11 September 2026, peserta tidak hanya mendapat materi kepemimpinan dan organisasi, tetapi juga pelatihan jurnalistik yang berkaitan dengan kebutuhan publikasi dan administrasi kegiatan.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian LDKS yang digelar di lingkungan SMA Islam Secang. Materi jurnalistik diarahkan agar peserta memahami cara mengolah informasi kegiatan secara lebih tertib, mulai dari penyusunan berita hingga dokumentasi yang dapat digunakan untuk kebutuhan publikasi organisasi.
Selain dasar-dasar jurnalistik, peserta diperkenalkan dengan sejumlah bentuk administrasi organisasi. Materi mencakup penyusunan proposal kegiatan, surat-menyurat, berita acara, serta laporan pertanggungjawaban (LPJ). Pembekalan tersebut memberikan gambaran mengenai proses administrasi sejak kegiatan direncanakan hingga dilaporkan.
Kegiatan melibatkan mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar sebagai pemateri dan pendamping. Olivia Anggraeni menyampaikan materi kepemimpinan, Abu Mansur Arosidi membawakan materi organisasi, sedangkan Dian Arifina memberikan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Pada sesi kepemimpinan, peserta diajak memahami sikap dan peran yang diperlukan seorang pemimpin. Materi kemudian dikembangkan melalui Leadership Challenge berupa studi kasus dan diskusi kelompok.
Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah. Mereka juga ditantang mencari solusi bersama terhadap persoalan yang diberikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran yang mendorong peserta untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan mengambil keputusan dalam kelompok.
Materi organisasi yang disampaikan Abu Mansur Arosidi memberikan pemahaman mengenai berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan organisasi. Peserta juga diperkenalkan pada tanggung jawab yang akan mereka emban sebagai calon pengurus OSIS dan DKA.
Sementara itu, materi jurnalistik menghadirkan pemateri dari LPM Mata UKM Universitas Tidar. Peserta mendapatkan pengenalan mengenai dasar-dasar jurnalistik, penyusunan informasi untuk media massa, serta cara mendokumentasikan kegiatan agar dapat dipublikasikan dengan baik.
Pembelajaran jurnalistik tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan menulis berita. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya ketepatan informasi dan dokumentasi dalam mendukung aktivitas organisasi. Keterampilan itu dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai kegiatan OSIS maupun DKA kepada warga sekolah.
Dalam praktik organisasi, kemampuan mengelola informasi memiliki kaitan erat dengan administrasi. Karena itu, peserta juga berlatih menyusun proposal, surat, berita acara, dan LPJ. Rangkaian materi tersebut memperkenalkan alur kerja organisasi secara lebih utuh, mulai dari perencanaan kegiatan, pelaksanaan, dokumentasi, hingga pelaporan.
Kegiatan dilanjutkan dengan latihan PBB yang dipandu Dian Arifina. Peserta mengikuti aba-aba dan melakukan gerakan secara bersama-sama di lapangan sekolah. Latihan tersebut menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan dan kekompakan peserta.
Selama dua hari satu malam, LDKS juga diisi dengan berbagai kegiatan lain, seperti problem solving, kegiatan keagamaan, outdoor movie, jelajah malam, senam pagi, serta sesi kesan dan pesan. Rangkaian tersebut memadukan pembelajaran di dalam ruangan dengan kegiatan yang menuntut keterlibatan langsung peserta.
Bagi mahasiswa MKT, keterlibatan dalam LDKS menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendampingi calon pengurus OSIS dan DKA. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta agar mereka memiliki gambaran mengenai tugas dan tanggung jawab yang akan dijalankan dalam organisasi.
Pelatihan jurnalistik pada rangkaian LDKS ini pada akhirnya tidak hanya memperkenalkan cara menulis berita. Peserta juga belajar menata informasi, mendokumentasikan kegiatan, dan memahami administrasi yang diperlukan dalam pelaksanaan program organisasi.
Bekal tersebut dapat menjadi dasar bagi calon pengurus untuk menjalankan kegiatan OSIS dan DKA secara lebih tertib. Perpaduan materi kepemimpinan, organisasi, jurnalistik, administrasi, dan PBB memberikan pengalaman yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melalui praktik selama kegiatan berlangsung.
Penulis: Mahasiswa MKT FKIP Universitas Tidar
Jihan Widya Triandini, Yustin Nauranisa Febrianti, Dini Atika Nur Rosalina, Salma Fiddaraini, Novita Fitri Anugraheni, Rizkyta Dwi Fatimah, Olivia Anggraeni, Abu Mansur Arosidi, Ahmad Shohibul Ghoni, Eina Marwa Salsabila, Dian Arifina, Keisha Taka Sabrina, Siti Maemunah, dan Ulfia Nuril Alifa.





