Kenep, Krajan.id – Pengembangan Desa Wisata Kreatif Kenep, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, mulai diarahkan pada penguatan perencanaan dan pemanfaatan teknologi digital. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dalam skema Pengabdian Masyarakat Iptek Bagi Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) 64, Tim 1 menyusun masterplan dan panduan wisata sekaligus mendigitalisasi aset budaya serta informasi pariwisata Kelurahan Kenep.
Program tersebut berlangsung pada pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2026 dengan melibatkan masyarakat dan perangkat Kelurahan Kenep. Selain menghasilkan dokumen perencanaan, kegiatan itu juga diarahkan untuk menyediakan informasi wisata yang lebih terstruktur dan mudah diakses melalui kanal digital milik kelurahan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena Kelurahan Kenep memiliki beragam potensi budaya, sejarah, dan wisata yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik desa wisata. Namun, keberadaan potensi tersebut perlu diikuti dengan perencanaan yang jelas, pendokumentasian yang baik, serta penyediaan informasi yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Karena itu, Tim 1 KKNT IDBU 64 tidak hanya memusatkan kegiatan pada promosi destinasi. Program juga diarahkan untuk membangun dasar pengelolaan wisata yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Masterplan disusun sebagai acuan pengembangan, sedangkan panduan wisata menjadi sarana untuk merangkum informasi mengenai potensi, daya tarik, dan aktivitas wisata yang tersedia di Kelurahan Kenep.

Dari Potensi Lokal ke Perencanaan Wisata
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyusunan buku masterplan pengembangan Desa Wisata Kreatif Kenep. Dokumen tersebut dirancang sebagai landasan bagi pemerintah kelurahan dan pengelola wisata dalam menentukan arah pengembangan potensi lokal secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Masterplan kemudian dilengkapi dengan panduan wisata yang memuat informasi mengenai berbagai potensi dan daya tarik yang dapat dikembangkan. Dengan adanya kedua dokumen tersebut, potensi wisata Kenep diharapkan tidak hanya dikenal sebagai aset lokal, tetapi juga memiliki arah pengembangan yang lebih terstruktur.
Penyusunan dokumen dilakukan dengan dukungan masyarakat dan perangkat Kelurahan Kenep. Mereka memberikan informasi mengenai potensi budaya dan wisata, menyediakan data serta dokumentasi aset lokal, dan mendampingi proses pengumpulan informasi yang diperlukan.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam program tersebut. Sebab, pengembangan desa wisata tidak hanya berkaitan dengan keberadaan objek atau daya tarik wisata, tetapi juga dengan kemampuan masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengelola, merawat, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dari proses tersebut, program KKNT IDBU 64 menghasilkan sejumlah luaran, yakni buku masterplan, panduan wisata, digitalisasi aset budaya dan informasi wisata melalui website resmi Kelurahan Kenep, serta video dokumentasi kegiatan.
Memperluas Akses Melalui Digitalisasi
Selain menyusun dokumen perencanaan, Tim 1 KKNT IDBU 64 memperkuat program melalui digitalisasi aset budaya dan informasi wisata. Informasi yang telah dihimpun kemudian ditempatkan pada website resmi Kelurahan Kenep agar dapat diakses masyarakat secara lebih luas.
Pemanfaatan platform digital memberikan ruang bagi pemerintah kelurahan untuk mendokumentasikan potensi yang dimiliki sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat di luar wilayah Kenep. Digitalisasi juga dapat menjadi sarana untuk menjaga keberadaan informasi mengenai aset budaya dan daya tarik wisata agar tidak hanya tersimpan dalam bentuk dokumentasi fisik.
Hasil digitalisasi tersebut diserahkan secara simbolis kepada Lurah Kelurahan Kenep, Muh. Shidiq Pranama, S.E., pada Kamis (13/8/2026).
Penyerahan tersebut menandai bagian penting dari rangkaian program, karena luaran yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kelurahan, pengelola desa wisata, dan masyarakat. Keberadaan website juga membutuhkan pengelolaan berkelanjutan agar informasi yang tersedia tetap relevan dan dapat terus dikembangkan.
Shidiq mengapresiasi proses penyusunan masterplan yang dilakukan mahasiswa UNDIP.
“Terima kasih atas kerja keras dalam menyusun masterplan dari adik-adik KKN 2026 dari Universitas Diponegoro. Semoga memberikan manfaat untuk Desa Wisata Kelurahan Kenep,” ucap Shidiq.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa luaran program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan mahasiswa. Dokumen dan informasi digital yang telah disusun diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan Desa Wisata Kreatif Kenep setelah masa KKNT berakhir.
Menyiapkan Keberlanjutan Pengelolaan
Salah satu tantangan dalam program pengembangan desa wisata adalah memastikan hasil kegiatan tetap digunakan setelah program pendampingan selesai. Atas dasar itu, Tim 1 KKNT IDBU 64 turut mendorong pemanfaatan luaran oleh pemerintah kelurahan, pengelola desa wisata, dan masyarakat.
Masterplan dan panduan wisata dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun rencana pengembangan potensi wisata. Sementara itu, website resmi Kelurahan Kenep (kenepkel.sukoharjokab.go.id) diharapkan diperbarui secara berkala sehingga informasi mengenai aset budaya dan daya tarik wisata tetap aktual.
Pemutakhiran informasi menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan proses digitalisasi itu sendiri. Tanpa pembaruan, informasi digital berisiko menjadi tidak relevan. Sebaliknya, pengelolaan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadikan website sebagai salah satu pintu informasi mengenai potensi wisata Kenep.
Karena itu, keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kelurahan, pengelola wisata, dan masyarakat. Pemerintah kelurahan dapat berperan dalam menjaga kesinambungan pengelolaan, sementara masyarakat dapat terus berkontribusi dalam penyediaan informasi, dokumentasi, dan pengembangan potensi lokal.
Pendekatan tersebut juga menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai bagian dari proses pengembangan desa wisata. Dengan demikian, pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan penguatan identitas lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Selaras dengan SDGs 11
Program pengembangan Desa Wisata Kreatif Kenep yang dilakukan Tim 1 KKNT IDBU 64 juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 11, atau Sustainable Cities and Communities. Tujuan tersebut berkaitan dengan pembangunan permukiman dan komunitas yang inklusif, aman, tangguh, serta berkelanjutan.
Dalam konteks Kenep, keterkaitan tersebut diwujudkan melalui upaya mendokumentasikan aset budaya, memperkuat perencanaan pengembangan wisata, serta memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses informasi mengenai potensi lokal.
Pengembangan wisata berbasis potensi lokal juga memiliki peluang untuk mendukung penguatan identitas wilayah. Ketika aset budaya dan potensi wisata terdokumentasi dengan baik, masyarakat memiliki sumber informasi yang dapat digunakan untuk memperkenalkan kekayaan lokal sekaligus mengembangkan aktivitas wisata secara lebih terarah.
Dalam jangka panjang, pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis potensi pariwisata lokal. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada kemampuan para pemangku kepentingan untuk melanjutkan dan mengembangkan hasil yang telah disusun.
Seluruh rangkaian kegiatan juga didokumentasikan dalam bentuk video. Dokumentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai arsip sekaligus bahan informasi bagi pemerintah kelurahan, pengelola desa wisata, dan masyarakat.
Melalui program KKNT IDBU 64, UNDIP berupaya menghubungkan penerapan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pengembangan potensi lokal. Penyusunan masterplan, panduan wisata, dan digitalisasi aset budaya menjadi satu rangkaian yang diarahkan untuk memperkuat fondasi pengelolaan Desa Wisata Kreatif Kenep.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Semangat tersebut sejalan dengan komitmen “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat” dalam menghadirkan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.





