Bukan Sekadar Kenang-kenangan, KKM 86 UNIBA Bikin Peta Desa Warunggunung untuk Bantu Warga Kenali Wilayah

Penyerahan peta kepada pihak Pemerintah Desa Warunggunung dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi. (Dok. Pribadi/KKN 86 UNIBA)
Penyerahan peta kepada pihak Pemerintah Desa Warunggunung dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi. (Dok. Pribadi/KKN 86 UNIBA)

Warunggunung, Krajan.id – Informasi mengenai kondisi dan batas wilayah menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pengelolaan sebuah desa. Hal itu mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) membuat peta wilayah Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten.

Peta tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa Warunggunung sebagai salah satu hasil kegiatan pengabdian mahasiswa selama menjalankan KKM. Selain memuat gambaran wilayah desa, peta itu menampilkan sejumlah informasi yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat, seperti batas wilayah, jaringan jalan, fasilitas umum, serta sejumlah lokasi penting lainnya.

Bacaan Lainnya

Bagi mahasiswa KKM 86 UNIBA, pembuatan peta tidak sekadar menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan. Produk tersebut dirancang agar dapat digunakan sebagai media informasi wilayah yang membantu masyarakat maupun pemerintah desa memperoleh gambaran mengenai kondisi geografis Desa Warunggunung.

Penanggung jawab kegiatan, Angga Yuan Pratama, mengatakan gagasan pembuatan peta muncul dari keinginan mahasiswa untuk menghasilkan program yang manfaatnya dapat dirasakan setelah kegiatan KKM berakhir.

“Peta ini kami buat bukan hanya sebagai kenang-kenangan, tetapi juga sebagai media informasi yang bisa digunakan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Harapannya, peta ini dapat membantu masyarakat lebih mengenal wilayah Desa Warunggunung,” ujar Angga.

Menurut Angga, informasi mengenai wilayah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengetahui posisi berbagai fasilitas serta bagian-bagian wilayah yang terdapat di desa.

Dalam pengerjaannya, Angga bersama anggota KKM 86 UNIBA, Widiyanti dan Della Syakilla, terlibat dalam proses pengumpulan informasi hingga penyusunan desain. Informasi yang diperoleh kemudian disusun dalam bentuk visual dengan mempertimbangkan keterbacaan sehingga dapat dipahami oleh masyarakat.

Proses tersebut menjadi bagian penting karena peta tidak hanya ditujukan sebagai tampilan visual, tetapi juga diharapkan mampu menyampaikan informasi wilayah secara sederhana. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai letak sejumlah fasilitas dan akses jalan di Desa Warunggunung.

Widiyanti mengatakan peta tersebut diharapkan dapat digunakan secara langsung dan tidak berhenti sebagai pajangan di kantor desa.

“Kami ingin peta ini bisa benar-benar digunakan. Masyarakat yang melihatnya dapat mengetahui gambaran wilayah desa, termasuk lokasi jalan dan fasilitas yang ada di dalamnya,” tutur Widiyanti.

Keberadaan peta juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kondisi Desa Warunggunung kepada pihak yang belum mengenal wilayah tersebut. Informasi mengenai fasilitas dan lokasi tertentu di dalam desa dapat memberikan gambaran awal mengenai karakter wilayah kepada masyarakat dari luar desa.

Selain menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Proses pengumpulan data, pengolahan informasi, hingga penyajiannya dalam bentuk visual menuntut mahasiswa menyesuaikan pengetahuan akademik dengan kondisi di lapangan.

Della Syakilla mengatakan pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Selama KKM, kami tidak hanya menjalankan program, tetapi juga berusaha meninggalkan sesuatu yang bisa memberikan manfaat setelah kami selesai melaksanakan kegiatan. Peta ini menjadi salah satu bentuk kontribusi kami untuk Desa Warunggunung,” kata Della.

Pemerintah Desa Warunggunung menyambut baik hasil karya mahasiswa KKM 86 UNIBA tersebut. Peta desa dinilai dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi dan lokasi wilayah secara lebih praktis.

Dalam konteks pengelolaan informasi desa, keberadaan peta juga dapat membantu masyarakat mengenali lingkungan tempat tinggalnya. Informasi yang disajikan secara visual membuat gambaran mengenai wilayah dapat dipahami tanpa harus bergantung pada penjelasan secara lisan.

Kegiatan pembuatan peta kemudian diakhiri dengan penyerahan hasil kepada Pemerintah Desa Warunggunung dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi. Setelah diserahkan, peta tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dijaga sebagai salah satu media informasi Desa Warunggunung.

Bagi KKM 86 UNIBA, pembuatan peta menjadi salah satu bentuk kontribusi yang berorientasi pada manfaat setelah program pengabdian selesai. Produk tersebut diharapkan tetap memiliki fungsi bagi masyarakat dan pemerintah desa, sekaligus menjadi bagian dari hasil kerja mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *