KKN UNS 192 Dorong Konservasi Penyu di Pantai Soge melalui Edukasi dan Pelepasan Tukik

Foto Bersama Kegiatan Pelepasan Tukik pada Siklus Kedua. (Dok. Pribadi/KKN 192 UNS)
Foto Bersama Kegiatan Pelepasan Tukik pada Siklus Kedua. (Dok. Pribadi/KKN 192 UNS)

Sidomulyo, Krajan.id – Upaya pelestarian penyu di kawasan pesisir Pantai Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dilakukan melalui edukasi lingkungan dan keterlibatan masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 192 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang berlangsung pada 11 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Momen pelepasan tukik bersama siswa-siswi sekolah dasar. (Dok. Pribadi/KKN 192 UNS)
Momen pelepasan tukik bersama siswa-siswi sekolah dasar. (Dok. Pribadi/KKN 192 UNS)

Mengusung program Langkah Kecil Tukik untuk Laut yang Lestari: Edukasi Lingkungan dan Konservasi Penyu Berbasis Keterlibatan Masyarakat, mahasiswa KKN UNS 192 melaksanakan rangkaian kegiatan konservasi dalam dua siklus. Kegiatan mencakup penelusuran telur penyu, pemantauan area konservasi, penanganan tukik setelah menetas, edukasi kepada siswa sekolah dasar, serta pelepasan tukik ke laut.

Bacaan Lainnya

Program tersebut tidak hanya berfokus pada proses pelepasan tukik, tetapi juga memperkenalkan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir kepada masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.

Lailatus Zulfa Fitria, mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa program konservasi dan edukasi penyu tersebut berkaitan dengan sejumlah sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Salah satunya adalah SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pemberian edukasi lingkungan kepada siswa sekolah dasar. Materi yang disampaikan mencakup kehidupan penyu, pentingnya pelestarian, serta ancaman yang dihadapi satwa tersebut di lingkungan laut dan pesisir.

Program ini juga mendukung SDG 14 tentang Ekosistem Lautan melalui kegiatan konservasi penyu, mulai dari penelusuran telur, pengawasan sarang, hingga pelepasan tukik. Sementara itu, SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kerja sama antara mahasiswa KKN, relawan, lembaga sosial, instansi pemerintah, pihak sekolah, dan kelompok KKN dari perguruan tinggi lain.

Siklus Pertama Libatkan 41 Siswa SDN 01 Sidomulyo

Kegiatan Susur Telur Penyu bersama Pak Telex. (Dok. Pribadi/KKN 192 UNS)
Kegiatan Susur Telur Penyu bersama Pak Telex. (Dok. Pribadi/KKN 192 UNS)

Rangkaian kegiatan siklus pertama dimulai pada Jumat malam, 11 Juli 2026, melalui kegiatan penelusuran telur penyu bersama Telex, warga yang selama ini mendampingi kegiatan konservasi penyu di Pantai Soge.

Setelah kegiatan tersebut, mahasiswa KKN melaksanakan pemantauan terhadap telur-telur penyu yang telah ditempatkan di area konservasi pada 12–14 Juli 2026. Pemantauan dilakukan untuk mengikuti perkembangan telur hingga proses pemindahan tukik setelah penetasan pada 15 Juli 2026.

Puncak kegiatan siklus pertama berlangsung pada 17 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 192 UNS memberikan edukasi tentang penyu kepada siswa kelas 1 hingga 6 SDN 01 Sidomulyo. Sebanyak 41 siswa mengikuti kegiatan yang menggabungkan penyampaian materi lingkungan dengan pengalaman pelepasan tukik secara langsung.

Para siswa diperkenalkan dengan kehidupan penyu, berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya, serta pentingnya menjaga kebersihan pantai dan laut. Setelah sesi edukasi, siswa berkesempatan melepaskan tukik dari bibir pantai.

Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk memahami keterkaitan antara kebersihan lingkungan, keberlangsungan ekosistem laut, dan perlindungan satwa laut.

Siklus Kedua Perluas Kolaborasi Konservasi

Siklus kedua dilaksanakan setelah telur penyu yang berada di area konservasi kembali menetas pada 1 Agustus 2026. Penanganan tukik dilakukan dengan tahapan yang serupa dengan siklus pertama, sebelum kegiatan pelepasan dilaksanakan pada 3 Agustus 2026.

Kegiatan pelepasan tukik pada siklus kedua melibatkan Relawan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Desa Sidomulyo di bawah naungan DMC Dompet Dhuafa, ID Humanity, dan Lembaga Dompet Dhuafa. Selain itu, kegiatan diikuti oleh 29 siswa kelas 1 hingga 3 SDN 02 Sidomulyo.

Keterlibatan SDN 02 Sidomulyo menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi lingkungan kepada siswa sekolah dasar. Sekolah tersebut mengikuti kegiatan pada siklus kedua, setelah SDN 01 Sidomulyo berpartisipasi dalam kegiatan pelepasan tukik pada siklus pertama.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, siklus kedua turut melibatkan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Timur. Dua kelompok KKN UNS dari desa lain dalam satu kecamatan serta dua kelompok KKN Institut Pertanian Bogor (IPB) juga diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan.

Kolaborasi lintas kelompok mahasiswa dan lembaga tersebut memperluas keterlibatan pihak-pihak yang mendukung kegiatan konservasi penyu di Pantai Soge. Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir.

Konservasi Penyu Berbasis Keterlibatan Masyarakat

Pelaksanaan program KKN UNS 192 tidak terlepas dari dukungan sejumlah pihak, termasuk Telex, Relawan PRB Desa Sidomulyo, DMC Dompet Dhuafa, ID Humanity, Lembaga Dompet Dhuafa, Dishut Provinsi Jawa Timur, SDN 01 dan SDN 02 Sidomulyo, serta kelompok KKN UNS dan IPB dari desa lain.

Keterlibatan warga dan lembaga pendamping menjadi unsur penting dalam pelaksanaan kegiatan konservasi, terutama karena program tersebut tidak hanya berfokus pada pelepasan tukik, tetapi juga mencakup proses pemantauan dan penanganan telur penyu sebelum menetas.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS 192 berkontribusi dalam memberikan edukasi lingkungan kepada anak-anak sekaligus mendukung kegiatan konservasi penyu yang telah berlangsung di Pantai Soge.

Program tersebut diharapkan dapat terus berlanjut setelah masa KKN berakhir. Keberlanjutan kegiatan konservasi juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak pihak untuk terlibat dalam menjaga kelestarian penyu dan lingkungan pesisir di Desa Sidomulyo, Kabupaten Pacitan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *