Sidomulyo, Krajan.id – Kelompok KKN 192 Universitas Sebelas Maret (UNS) mengajak ibu-ibu PKK Dusun Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Workshop bertajuk “From Waste to Wellness: Pelatihan Keterampilan Kerja dan Lingkungan Melalui Lilin Aromaterapi Minyak Jelantah” tersebut dilaksanakan di Balai Dusun Soge pada (4/8/2026). Kegiatan diikuti sekitar 15 ibu-ibu PKK yang diperkenalkan pada teknik pengolahan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna.
Program ini dipimpin oleh Ghifara Yasyfiina Otto El Abdillah, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, selaku penanggung jawab kegiatan.
Mengolah Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai Guna
Ghifara menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung dua tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi, peserta diperkenalkan pada keterampilan pengolahan minyak jelantah yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha rumahan. Sementara itu, pemanfaatan minyak bekas memasak menjadi produk baru diarahkan untuk mendorong pengurangan limbah rumah tangga yang belum diolah secara optimal.
Kegiatan diawali dengan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi oleh mahasiswa KKN. Peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan pengolahan beserta fungsi masing-masing proses sebelum mencoba membuat produk secara mandiri.
Sekitar 15 peserta yang hadir kemudian diberi kesempatan untuk mengkreasikan lilin sesuai pilihan masing-masing. Kreasi tersebut meliputi pemilihan warna, aroma, hingga penambahan hiasan pada permukaan lilin. Beberapa bahan alami, seperti kayu manis dan irisan jeruk, digunakan sebagai elemen dekorasi untuk memperkaya tampilan produk.
Batok Kelapa sebagai Wadah Lilin
Salah satu hal yang menjadi ciri khas dalam kegiatan tersebut adalah penggunaan batok kelapa sebagai wadah lilin aromaterapi. Pemilihan material ini berkaitan dengan ketersediaan pohon kelapa di wilayah pesisir Pacitan, termasuk lingkungan tempat pelatihan dilaksanakan.
Penggunaan batok kelapa tidak hanya menjadi alternatif wadah, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan bahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat. Material tersebut dihadirkan sebagai bagian dari kreasi produk yang memadukan pengolahan limbah rumah tangga dengan potensi sumber daya lokal.

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK Dusun Soge memperoleh pengalaman praktik dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk kerajinan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi pengetahuan yang terus dikembangkan, baik untuk pemanfaatan limbah rumah tangga maupun sebagai peluang kegiatan ekonomi produktif.
Program KKN 192 UNS ini memperlihatkan pendekatan edukasi lingkungan yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan. Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diperkenalkan kembali melalui proses pengolahan menjadi lilin aromaterapi, dengan memanfaatkan bahan wadah yang tersedia di lingkungan sekitar.





