Magelang, Krajan.id – Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar (Untidar) memperkenalkan inovasi media pembelajaran digital dan ruang belajar luar ruangan kepada siswa SMA Negeri 3 Kota Magelang, Senin (21/9/2026). Melalui program KAMUSBARU dan BioGreen Space, mahasiswa dari empat program studi kependidikan berupaya menghadirkan alternatif pembelajaran yang dapat dimanfaatkan siswa, baik di dalam maupun di luar kelas.
Sosialisasi yang berlangsung di aula SMA Negeri 3 Kota Magelang tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja mahasiswa MKT Untidar 2026. Kegiatan ini dirancang untuk memperkaya variasi media pembelajaran sekaligus menyediakan fasilitas pendukung yang dapat digunakan sekolah setelah masa magang berakhir.
Program tersebut melibatkan 16 mahasiswa dari empat program studi, yakni Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Matematika. Masing-masing program studi menyusun bahan ajar dan fasilitas pembelajaran sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni.
Selain menjadi salah satu syarat wajib dan komponen penilaian mata kuliah magang, penyusunan program kerja ini diarahkan agar memberikan manfaat yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh warga sekolah.
Salah satu program yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah KAMUSBARU (Kumpulan Materi Utama Sains dan Bahasa Ruang Terbuka). Program ini menggabungkan bahan ajar digital dari empat bidang mata pelajaran yang disusun oleh mahasiswa MKT Untidar.
Materi pembelajaran dikemas dalam bentuk handout digital dan diakses melalui kode QR. Setiap program studi mengembangkan materi dengan karakteristik berbeda, mulai dari latihan soal, contoh teks, rumus, hingga media audio dan video pendukung.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyusun handout yang memuat materi, seperti descriptive text, beserta latihan soal dan audio pendukung. Materi tersebut dirancang untuk membantu siswa melatih kemampuan mendengarkan dan mempelajari bahan ajar secara mandiri di luar jam pelajaran.
Sementara itu, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menghadirkan handout berisi kumpulan teks yang dilengkapi struktur penyusunannya. Materi ini diharapkan dapat membantu siswa mengenali pola dan kaidah berbagai jenis teks dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Adapun mahasiswa Pendidikan Matematika menyusun handout yang berisi materi singkat, rumus, penjelasan, contoh soal, dan latihan. Bahan ajar tersebut juga dilengkapi video pembelajaran yang dapat digunakan siswa sebagai panduan tambahan untuk memahami materi secara visual.
Keempat bahan ajar itu kemudian dihimpun dalam sistem akses berbasis kode QR. Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa memperagakan cara penggunaan produk kepada siswa secara langsung, termasuk mengakses handout digital dan memanfaatkan media pendukung yang tersedia.
Kode QR tersebut direncanakan ditempel di setiap kelas serta sejumlah titik lain di lingkungan sekolah. Dengan penempatan itu, siswa dapat mengakses bahan ajar sesuai kebutuhan, tidak terbatas pada saat kegiatan sosialisasi berlangsung.
Kehadiran handout digital juga memberikan alternatif bagi siswa yang ingin mengulang materi pelajaran secara mandiri. Audio, video, dan latihan soal yang disediakan menjadi bagian dari bahan pendukung untuk memperluas cara siswa mempelajari materi.

Selain mengembangkan media pembelajaran digital, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi memperkenalkan BioGreen Space, yang merupakan pengembangan Pembelajaran Luar Ruangan (PLR) berbasis vertical garden.
Program ini memanfaatkan keterbatasan lahan sekolah dengan menghadirkan ruang pembelajaran Biologi yang mengintegrasikan tanaman sebagai objek pengamatan. Ruang tersebut dirancang agar tidak hanya berfungsi sebagai area hijau, tetapi juga dapat mendukung aktivitas belajar yang bersifat edukatif dan interaktif.
Konsep BioGreen Space mencakup tanaman sebagai objek pembelajaran, area praktikum sederhana, papan informasi, serta ruang diskusi. Melalui fasilitas tersebut, siswa dapat diarahkan untuk mempelajari lingkungan melalui pengamatan langsung.
Dalam sosialisasi, mahasiswa mendemonstrasikan BioGreen Space sebagai salah satu alternatif pembelajaran di luar kelas. Area ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pengamatan dan diskusi yang berkaitan dengan materi Biologi.
Pengembangan ruang belajar luar ruangan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar sekolah. Dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, kegiatan belajar diharapkan dapat berlangsung dalam bentuk yang lebih beragam.
Sosialisasi KAMUSBARU dan BioGreen Space mendapat tanggapan positif dari siswa SMA Negeri 3 Kota Magelang. Sejumlah siswa menyampaikan apresiasi terhadap bahan ajar yang diperkenalkan, terutama dari sisi desain, kelengkapan materi, dan kemudahan akses melalui kode QR.
Alda Wibisana Falah, siswa kelas XI/F-1 SMA Negeri 3 Kota Magelang, mengaku tertarik dengan tampilan dan isi materi yang disediakan. Menurut dia, bahan ajar tersebut memiliki penjelasan yang cukup jelas dan mudah dipahami.
“Part favorit saya itu desain dan isi materinya, soalnya menarik tapi tetap jelas dan gampang dipahami,” ujar Alda.
Tanggapan serupa disampaikan Faiha Rida Aisha, siswa kelas X/E-2. Ia menilai penggunaan kode QR mempermudah siswa dalam mengakses materi pembelajaran tanpa melalui proses yang rumit.
Menurut Faiha, bahan ajar digital tersebut juga dapat membantu siswa mempelajari kembali materi yang belum sepenuhnya dipahami ketika pembelajaran berlangsung di kelas.
“Part favorit saya mungkin bagian handout-nya, soalnya isinya ringkas, padat, tapi tetap jelas, jadi nggak terlalu capek bacanya dan lebih gampang buat memahami poin-poin pentingnya,” ujarnya.
Sementara itu, Reyhan Adani Wynanda, siswa kelas XI/F-3, menyoroti kehadiran program tersebut sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi di Magelang terhadap lingkungan pendidikan. Ia juga mengaku terbantu dengan materi dan latihan soal yang tersedia dalam bahan ajar digital.
“Desain dan isinya menarik banget, apalagi bahasanya juga sesuai sama gaya Gen-Z jadi lebih gampang dimengerti,” ujar Reyhan.
Mahasiswa MKT Untidar berharap KAMUSBARU dan BioGreen Space dapat terus dimanfaatkan oleh pihak sekolah meskipun masa magang telah berakhir. Kedua program tersebut diharapkan menjadi bagian dari fasilitas pendukung pembelajaran yang dapat digunakan siswa dan guru sesuai kebutuhan.
Melalui pengembangan bahan ajar digital serta ruang pembelajaran luar ruangan, mahasiswa MKT Untidar berupaya meninggalkan program kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan magang, tetapi juga memiliki manfaat praktis bagi proses pembelajaran di SMA Negeri 3 Kota Magelang.





