Kolaborasi Mahasiswa KKN 47 UNS dengan Mayarakat Desa Adiraja lewat Kegiatan Pemanfaatan Ruang Produktif melalui Inovasi Vertikultur Rumah

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa KKN 47 UNS melalui Kegiatan Pemanfaatan Ruang Produktif melalui Inovasi Vertikultur Rumah, Sabtu, 25 Juli 2026 (Dok. Pribadi/KKN 47 UNS)
Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa KKN 47 UNS melalui Kegiatan Pemanfaatan Ruang Produktif melalui Inovasi Vertikultur Rumah, Sabtu, 25 Juli 2026 (Dok. Pribadi/KKN 47 UNS)

Surakarta, Krajan.id – Keterbatasan lahan tidak selalu menjadi hambatan bagi masyarakat untuk bercocok tanam. Pemanfaatan ruang secara vertikal dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan tanaman di area yang terbatas.

Hal itu diperkenalkan mahasiswa KKN 47 Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui kegiatan pemanfaatan ruang produktif dengan inovasi vertikultur rumah tangga kepada masyarakat Desa Adiraja. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan lingkungan sekitar rumah sekaligus mendukung penghijauan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan ruang produktif melalui inovasi vertikultur rumah dilaksanakan di TPI Desa Adiraja, Sabtu (25/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada konsep budidaya tanaman secara vertikal dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar rumah.

Azam Jauhari selaku pemateri sekaligus penanggung jawab kegiatan menjelaskan, vertikultur dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan.

“Vertikultur merupakan metode bercocok tanam yang disusun secara bertingkat ke atas guna mengoptimalkan penggunaan lahan yang terbatas. Melalui inovasi vertikultur rumah tangga ini menjadi solusi yang hemat biaya, mudah dalam perawatan, dan mudah direplikasi atau dibuat sendiri oleh masyarakat,” ujar Azam saat kegiatan berlangsung.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pemanfaatan ruang terbatas sebagai tempat budidaya tanaman secara vertikal. Masyarakat juga diperkenalkan dengan konsep vertikultur serta berbagai bahan sederhana yang dapat digunakan sebagai media tanam.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan dan penataan media vertikultur. Tahapan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung proses pembuatan media tanam hingga penerapannya.

Penyampaian materi sebelum demonstrasi membantu masyarakat memahami tahapan praktik yang dilakukan. Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat Desa Adiraja.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman yang dapat diterapkan pada lahan terbatas. Selain memahami konsep vertikultur, masyarakat juga diperkenalkan pada tahapan dasar pembuatan media, penataan tanaman, hingga proses penanaman.

Pemanfaatan ruang di sekitar rumah menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Area yang sebelumnya belum digunakan secara optimal dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman dengan sistem yang relatif sederhana.

Praktik secara langsung juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi dapat melihat dan mengikuti proses penerapan vertikultur sehingga diharapkan lebih mudah untuk mengembangkan metode tersebut secara mandiri.

Tanaman yang telah dibudidayakan melalui sistem vertikultur rumah tangga diharapkan dapat terus dirawat dan dikembangkan masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir. Penerapan metode tersebut juga dapat disesuaikan dengan kondisi ruang dan kebutuhan masing-masing rumah tangga.

Selain membantu mengoptimalkan ruang, vertikultur memiliki potensi mendukung penghijauan lingkungan sekitar rumah. Hasil tanaman yang dibudidayakan juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga.

Kegiatan KKN 47 UNS di Desa Adiraja tersebut menjadi salah satu upaya mengenalkan pemanfaatan ruang secara produktif melalui metode budidaya yang dapat diterapkan pada lahan terbatas. Keberlanjutan praktik di tingkat rumah tangga diharapkan dapat membuat ruang yang tersedia menjadi lebih produktif dan mendukung penghijauan lingkungan Desa Adiraja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *